Kuota BBM Bersubsidi Lampung 2023 Naik, Segini Besaran Harganya

Kuota BBM Bersubsidi Lampung 2023 Naik, Segini Besaran Harganya

Harga bbm kompak turun Rp 2.150 per liter spesial tahun baru imlek--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Pemprov Lampung telah menerima alokasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk tahun 2023.

Kuota Lampung ini terlampir dalam surat yang dikeluarkan Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi nomor T-62/MG.05/BPH/2023 yang dikeluarkan pada 16 Januari 2023.

Dalam surat tersebut Lampung mendapatkan kuota BBM bersubsidi jenis biosolar sebesar 833.991 KL. Sementara kuota Pertalite 842.237 KL.

Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Hery Sadli mengatakan pada Selasa 24 Januari 2023 dikantornya bahwa alokasi tersebut meningkat jika dibandingkan 2022 lalu.

BACA JUGA:Kesempatan Beasiswa ke China Dari PBNU, Simak Syarat dan Cara Pendaftaran

"Kuota BBM bersubsidi untuk Lampung itu untuk biosolar sebesar 833.991 KL. Jumlah ini naik 7,37 persen dibandingkan 2022. Kemudian Pertalite kuota 2023 ini sebesar 842.237 KL, jumlah ini juga naik 12,18 persen dibandingkan 2022 lalu," kata Hery.

Dia mengatakan perhitungan itu sudah dilakukan dan ditentukan sebelumnya. Namun Hery tidak menutup kemungkinan jika kedepanya ada peningkatan konsumsi harian mungkin saja akan ada perubahan.

Namun dia berharap masyarakat membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan penggunaan BBM bersubsidi ini.

"BBM harus tepat sasaran. Kita harus bekerjasama, baik dengan pihak Pertamina Patra Niaga selaku distributor, Hiswana Migas, serta seluruh unsur terutama masyarakat karena masyarakat sangat jelas apabila ada yang tidak sesuai dalam penggunaan BBM bersubsidi sesuai peruntukan," lanjutnya.

BACA JUGA:Anak Presiden, Kaesang Pangarep Juga Mau Nyalon Kepala Daerah? Ini Kata Jokowi

Dia juga mengatakan konsumsi BBM kemungkinan juga akan lebih efektif, dan juga lebih terawasi jika sudah diterapkannya aturan terbaru dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Ya kalau sudah ditetapkan kan memang sangat dibatasi, hanya kita menunggu adanya aturan tersebut disahkan," katanya.

Sementara rata-rata komsumsi harian di Lampung, untuk BBM bersubsidi jenis Pertalite sampai Desember 2022 lalu mencapai 2.414 KL per harinya. Sementara Biosolar per harinya rata-rata 2.584 KL.

Ditambahkan Haris Yanuanza, Senior Supervisor Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menyebut selama 2022 realisasi penggunaan BBM bersubsidi di Lampung mencapai 793 ribu KL untuk jenis biosolar.

Sumber: