Mengenal Teori Kontroversial Stephen Hawking Tentang Black Hole, Aneh Tapi Nyata

Mengenal Teori Kontroversial Stephen Hawking Tentang Black Hole, Aneh Tapi Nyata

Teori kontroversial tentang area lubang hitam yang dikemukakan Stephen Hawking. ILUSTRASI/FOTO PIXABAY--

BACA JUGA: Heboh Salam Yahudi yang Diucapkan Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Artinya Ternyata...

Para astronot lantas terkejut setelah filamen cahaya ditemukan di pusat Galaksi Bima Sakti.

Sebab filamen misterius itu keluar dari sebuah lubang hitam atau blackhole di pusat Galaksi Bima Sakti yang saat ini kita huni.

Akan tetapi penemuan yang seharusnya memperjelas apa-apa saja yang terjadi di ruang angkasa, justru semakin membingungkan astronot yang bertanggung jawab atas misi penelitian ruang angkasa yang dilakukannya.

Kebingungan semakin nyata setelah para astronot menemukan adanya lebih banyak filamen yang keluar dari pusat Galaksi Bima Sakti.

BACA JUGA: Ngaku Islam Tapi Ucapkan Salam Yahudi, Perilaku Panji Gumilang Sudah Ada Dalam Al Quran?

Salah satu faktor yang membuat para ilmuwan bingung adalah penemuan filamen itu berorientasi secara horizontal.

Filamen misterius yang berhasil ditemukan para ilmuwan itu juga memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan penemuan sebelumnya.

Dalam filamen yang ditemukan di sekitar lubang hitam di pusat Galaksi Bima Sakti, tingginya membumbung hingga 150 tahun cahaya.

Selain itu, filamen ini juga ditemukan usai ilmuwan asal Universitas Northwestern bernama Farhad Yusef-Zadeh.

BACA JUGA: Total, Lima Warga Lampung Timur Tewas Diserang Gajah liar

Farhad menemukan filamen tersebut pada awal tahun 1980an di sekitar Sagitarius A*. sebuah lubang hitam supermasif yang berada di pusat Galaksi Bima Sakti.

Temuan itu didapatkannya setelah melakukan pengurangan gangguan dalam gambar, dari sebuah teleskop yang dikenal dengan nama MeerKAT Afrika Selatan.

Hal yang membingungkannya atas filamen misterius yang berhasil ia temukan adalah panjangnya yang jauh lebih pendek.

Total panjang filamen misterius yang berhasil ditemukan oleh Farhad ini hanya mencapai sekitar lima hingga sepuluh tahun cahaya saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: