Mengenal Teori Kontroversial Stephen Hawking Tentang Black Hole, Aneh Tapi Nyata

Mengenal Teori Kontroversial Stephen Hawking Tentang Black Hole, Aneh Tapi Nyata

Teori kontroversial tentang area lubang hitam yang dikemukakan Stephen Hawking. ILUSTRASI/FOTO PIXABAY--

BACA JUGA: Dua Warga Lampung Timur Tewas Diserang Gajah Liar TNWK

Perbedaan itu sangat signifikan, sebab filamen vertikal umumnya terdiri atas partikel yang bergerak dengan kecepatan cahaya.

Sedangkan filamen yang baru ditemukannya terdiri atas energi panas.

Kemudian untuk perbedaan pada komponen utama lainnya yang terdapat dalam filamen misterius berbentuk horizontal itu hanya ada di satu sisi lubang hitam.

Filamen horizontal mencapai Sagitarius A* di satu sisi blackhole, sehingga hal itu membedakannya dengan filamen vertikal.

BACA JUGA: Tegas! Polsek Talang Padang Bubarkan Organ Tunggal di Gisting

Ada banyak dugaan mengenai hal itu. Salah satunya filamen tersebut diduga berasal dari semacam arus keluar.

Muncul dari aktivitas yang sudah pernah berlangsung selama jutaan tahun yang lalu.

Dugaan lainnya juga menyebut bahwa filamen yang ditemukan itu, berasal dari hasil interaksi material dengan benda-benda yang ada di dekatnya.

Sementara itu, sulit jika kita hendak mengetahui volume dan isi Galaksi Bima Sakti yang saat ini kita huni.

BACA JUGA: Rusuh Organ Tunggal di Pesawaran, Honorer Tewas Tertusuk

Sebab ada banyak hal yang luput dari apa-apa saja yang diperkirakan.

Di ruang angkasa, banyak hal yang tak mungkin diukur.

Sebab selalu ada penemuan baru yang datang, hingga data-data lama yang kembali dilakukan pembaharuan atas itu.

Sebagai contoh yang mungkin sudah diketahui sebagian orang adalah penemuan sebuah struktur baru yang dikenal dengan nama Cattail.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: