Selain Jembatan Penghubung Jawa-Bali, JSS Juga Mustahil Dibangun, Bukan Karena Mitos, Tapi Tidak Realistis

Selain Jembatan Penghubung Jawa-Bali, JSS Juga Mustahil Dibangun, Bukan Karena Mitos, Tapi Tidak Realistis

Banyak faktor yang menyebabkan Jembatan Selat Sunda sulit untuk dibangun. ILUSTRASI/FOTO DOKUMEN EKON.GO.ID--

RADARLAMPUNG.CO.ID – Selain Jawa-Bali, JSS (Jembatan Selat Sunda) yang menghubungkan antara pulau Jawa dan Lampung sulit dibangun karena berbagai sebab. 

Jembatan penghubung Jawa-Bali mustahil dibangun karena terhalang mitos. 

Padahal, jembatan itu lebih pendek dari jembatan yang menghubungkan Jawa dan Madura. 

Jembatan Jawa-Bali ini hanya 4,5 km. Sedangkan jembatan penghubung Jawa-Madura mencapai 5,4 km. 

BACA JUGA: Bukan di Tulang Bawang, Jembatan Terpanjang di Lampung Ada di Kabupaten Ini

Lain halnya JSS, jauh lebih panjang. Yakni, mencapai 29 km. 

Karena panjangnya yang membentang di atas Selat Sunda, maka dinamakan JSS. 

Biaya yang dibutuhkan sangat besar, yakni mencapai Rp 200 triliun. 

Besarnya biaya yang dibutuhkan itu, sehingga, dinilai tidak realistis untuk dibangun. Apalagi dengan menggunakan anggaran pemerintah. 

BACA JUGA: Badak Ratu Melahirkan di Balai TNWK Lampung Timur, Begini Kondisinya

Seperti dilansir Radartegal.disway.id, publik bertanya-tanya, kenapa jembatan penghubung antara Jawa-Bali, tidak juga terrealisasi. 

Padahal, keberadaan jembatan itu dinilai sangat ekonomis dan membantu menghubungkan masyarakat Jawa dan Bali. 

Selain itu, panjang jembatan Jawa-Bali juga lebih pendek dibanding jembatan Suramadu (Surabaya-Madura). 

Jembatan yang menghubungkan Jawa-Bali ini sebenarnya sudah dirancang sejak tahun 1960 oleh Prof. Sedyatmo dari ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, hingga kini belum juga dibangun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: