Sekarwaru Batik, dari Desa untuk Indonesia

Sekarwaru Batik, dari Desa untuk Indonesia

Siapa bilang kalau desa selalu menjadi wilayah yang tertinggal dan jauh dari perkembangan zaman? Beberapa desa kini warganya sudah ada yang melakukan transformasi yang spesifik di berbagai bidang. Salah satunya yang terjadi di Desa Tegalwaru.--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Siapa bilang kalau desa selalu menjadi wilayah yang tertinggal dan jauh dari perkembangan zaman? Beberapa desa kini warganya sudah ada yang melakukan transformasi yang spesifik di berbagai bidang. Salah satunya yang terjadi di Desa Tegalwaru.

Desa yang berada di Kecamatan Mayang, Jember, Jawa Timur ini memiliki salah satu kerajinan tangan batik tulis khas. Yaitu Sekarwaru Batik.

Usaha yang mengangkat tagline dari Desa untuk Indonesia ini memberdayakan masyarakat setempat agar memiliki pekerjaan untuk kehidupan yang lebih baik.

Vivin, Owner Sekarwaru Batik menceritakan awal mula berdiri usahanya di Desa terpencil yang sulit terjangkau itu.

BACA JUGA:Tiga Dari Empat Tokoh Disebut Berpotensi Menjadi Bacalon Bupati Tanggamus Lampung

“Awalnya di Desa kami ini ada pelatihan membatik selama 45 hari yang diikuti oleh 16 orang,”ucap Vivin.

Setelah pelatihan berakhir, Vivin mengakui bingung akan apa selanjutnya, masih belum memahami bagaimana untuk punya usaha yang memproduksi batik.

Berangkat dari melihat kondisi sekitar desanya, banyak warga yang putus sekolah dan membutuhkan pekerjaan terutama kaum perempuan, Vivin akhirnya mulai tergerak untuk membangun sebuah bisnis memproduksi Batik.

“Karena motivasi itu, saya belajar belajar dan belajar terus bagaimana menjalankan bisnis batik itu, dari produksinya hingga pemasarannya. Saya bertekad untuk mengembangkan potensi masyarakat pedesaan,” kata Vivin.

BACA JUGA:Mahasiswa Sastra Inggris Teknokrat Juara Nasional STIKES Banyuwangi English Competitions 2024.

Bagaikan mimpi indah, masyarakat sekitar ternyata menyambut baik dan sangat mendukung hadirnya bisnis Sekarwaru Batik.

"Yang awalnya saya hanya merekrut 1 orang pegawai, terus bertambah 3 orang, dan kini menjadi 20 orang. Alhamdulillah,” kata Vivin.

Visi membawa hasil tangan masyarakat pedesaan ke seluruh pelosok Indonesia sudah terbukti melalui suksesnya pemasaran Sekarwaru Batik.

Berbagai pelanggan dari wilayah Jawa, Sulawesi, Sumatra, Kalimantan hingga Papua sudah Vivin dapatkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: