disway awards

25 Paket Perbaikan Jalan Lampung Ditarget Rampung September

25 Paket Perbaikan Jalan Lampung Ditarget Rampung September

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung M. Taufiqullah.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID - Perbaikan infrastruktur jalan milik Provinsi Lampung menjadi salah satu prioritas pembangunan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Hal tersebut sebagai upaya memperbaiki jalan-jalan rusak utama jalan provinsi yang selama ini kerap dikeluhkan oleh masyarakat dan viral.

Untuk itu, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung menargetkan pada September 2025 sebanyak 25 paket pekerjaan perbaikan jalan.

Taufiqullah menjelaskan, pada APBD Murni 2025 ada 52 pakat pekerjaan perbaikan jalan terbagi 25 paket tahap I dan 27 paket tahap II yang di tender.

BACA JUGA:Rampas Motor Ibu Rumah Tangga, Dua Pelaku Diciduk Tekab 308 Polda Lampung Saat Ngumpet di Hotel

Kata Taufiqullah, untuk 25 paket yang ditender tahap pertama ini 10 diantaranya PHO (Provisional Hand Over) atau Serah Terima Sementara dalam proyek konstruksi di Agustus 2025.

"Yang 25 paket ini, 10 paket akhir Agustus sudah PHO, mungkin September sudah selesai semua 25 paket itu. Karena memang jadwal di September akhir. Tahap dua tetap Desember," ujar Taufiqullah, Minggu 10 Agustus 2025.

Taufiqullah pun merincikan ruas jalan yang PHO Agustus ini, seperti ruas Gedong Tataan-Kedondong; Kotabumi-Bandar Abung; Jabung-Labuhan Maringgai.

Kemudian, Koya Agung-Simpang Kuripan; Sukamara-Simpang Kuripan; Gunung Labuan-Gunung Betuah; maupun Tanjung Kari-Metro.

BACA JUGA:Spesial Kemerdekaan Link DANA Kaget Minggu 10 Agustus 2025, Ambil Tautan Saldo Gratis Sebelum Kehabisan

Sedangkan untuk paket pekerjaan tahap dua, dirinya menyebut sudah selesai semua tender dan tahap pekerjaan dilapangan dengan realisasi sekitar 15 persen.

Lanjut Taufiqullah, ruas jalan yang diperbaiki tahun ini ada juga yang akan kembali dilakukan perbaikan di tahun depan. 

Itu dilakukan bertahap karena keterbatasan anggaran yang tidak mampu menyelesaikan secara langsung dalam satu kali pekerjaan.

"Yang kita tangani ini, tahun depan kita tangani lagi. Karena belum dapat semua. Biayanya keliatannya besar ada yang Rp 10 miliar ada yang Rp 20 miliar. Tapi jadinya anggaran Rp 10 miliar satu kilometer. Sedangkan yang rusak lebih dari situ. Jadi bertahap," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait