Ekspor Melambat, Neraca Perdagangan Lampung Tetap Surplus US$251 Juta
Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa.---Tangkap layar ---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Lampung kembali mencatatkan hasil positif pada Mei 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung melaporkan neraca perdagangan Lampung masih membukukan surplus sebesar US$251,32 juta, menunjukkan aktivitas ekspor yang tetap lebih tinggi dibandingkan impor meski nilai ekspor mengalami perlambatan.
Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa, mengatakan surplus tersebut diperoleh dari nilai ekspor Mei 2026 sebesar US$477,52 juta, sementara nilai impor tercatat US$226,21 juta.
"Pada Mei 2026, Provinsi Lampung masih mencatatkan surplus neraca perdagangan luar negeri sebesar US$251,32 juta. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ekspor masih mampu melampaui nilai impor," ujar Sabiel.
BACA JUGA:New Honda Vario Evo 160 Model 2026 Resmi Mengaspal, Berikut Daftar Harga dan Simulasi Kreditnya
Meski demikian, nilai surplus tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$388,08 juta. Penurunan surplus sejalan dengan melemahnya nilai ekspor secara tahunan.
BPS mencatat nilai ekspor Lampung pada Mei 2026 turun 15,53 persen dibandingkan Mei 2025 yang mencapai US$565,33 juta.
Secara kumulatif selama Januari hingga Mei 2026, total ekspor juga turun 5,14 persen menjadi US$2,36 miliar dari sebelumnya US$2,49 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sabiel menjelaskan, sebagian besar aktivitas ekspor masih dilakukan melalui pelabuhan di Provinsi Lampung.
BACA JUGA:Bikin Rakit Berujung Petaka, Dua Remaja Hanyut di Sungai Way Sekampung Pringsewu Belum Ditemukan
Dari total ekspor kumulatif Januari–Mei 2026, sekitar 82,20 persen atau senilai US$1,94 miliar diberangkatkan melalui pelabuhan di Lampung, sedangkan sisanya diekspor melalui pelabuhan di luar provinsi.
Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar Lampung sepanjang Januari–Mei 2026 dengan nilai US$344,26 juta, disusul Tiongkok sebesar US$304,23 juta dan Belanda sebesar US$224,70 juta. Ketiga negara tersebut didominasi oleh ekspor komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati.
Komoditas tersebut juga masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Lampung dengan nilai mencapai US$1,03 miliar atau 43,46 persen dari total ekspor.
Selanjutnya diikuti komoditas bahan bakar mineral sebesar US$386,32 juta dan kopi, teh, serta rempah-rempah senilai US$313,02 juta.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


