Kejar Konsumsi Protein Hewani, Lampung Target Naik 1–2 Gram per Tahun

Kejar Konsumsi Protein Hewani, Lampung Target Naik 1–2 Gram per Tahun

Kepala Dinas KPTPH Lampung Elvira Umihanni.-Foto: Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id-

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan konsumsi protein hewani masyarakat Lampung masih menjadi salah satu yang terendah di Indonesia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berdasarkan data 2025, rata-rata konsumsi protein hewani masyarakat Lampung baru mencapai 15,62 gram per kapita per hari, atau menempatkan Lampung di posisi kelima terendah secara nasional.

Kepala DKPTPH Lampung Elvira Umihanni mengatakan, terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi rendahnya konsumsi protein hewani masyarakat.

"Yang pertama adalah faktor ekonomi atau kemiskinan. Kedua, masih rendahnya literasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi protein untuk kesehatan, pertumbuhan optimal, dan kecerdasan anak. Ketiga, pola makan masyarakat yang belum seimbang, di mana porsi konsumsi nasi masih jauh lebih besar dibandingkan sumber protein," ujar Elvira kepada Radarlampung.co.id, Kamis 9 Juli 2026.

BACA JUGA:Realisasi Pengadaan Barang dan Jasa, Pemprov Lampung Duduki Peringkat 4 Nasional, Swakelola Masih Jadi PR

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena konsumsi protein hewani berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi anak-anak pada masa pertumbuhan.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Lampung menjalankan berbagai program yang diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus memperbaiki pola konsumsi pangan.

Di antaranya melalui program peningkatan daya beli masyarakat, pengendalian inflasi untuk menjaga stabilitas harga pangan, penguatan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan, hingga kampanye konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

"Kami juga bersinergi dengan PKK dalam membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai pola konsumsi B2SA," katanya.

BACA JUGA:Konsumsi Protein Hewani Lampung Terendah Kelima, Gubernur Ungkap Penyebabnya

Selain itu, Elvira menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah pusat juga akan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.

"Untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang cerdas dan unggul, konsumsi protein hewani sangat penting, terutama bagi anak-anak pada masa pertumbuhan. Karena itu, pola makan harus memenuhi prinsip B2SA, yakni beragam sumber karbohidrat tidak harus selalu nasi, bergizi sesuai kebutuhan tumbuh kembang, seimbang antara karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, serta aman untuk dikonsumsi," jelasnya.

DKPTPH pun menargetkan konsumsi protein masyarakat Lampung terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. 

Dengan dukungan Program MBG serta potensi sumber protein hewani yang dimiliki Lampung, konsumsi protein ditargetkan naik rata-rata 1 hingga 2 gram per kapita per hari setiap tahun, dengan target capaian pada 2029.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait