Pencuri Tembaki Warga, Satu Terluka, Polisi Buru Pelaku
Kasat Reskrim Polresta Bandar Kompol Gigih Adri Purwanto saat mendatangi rumah korban penembakan di Jalan Untung Suropati, gang Somad 9, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Rabu, 9 September 2026. -foto Melida Rohlita/radarlampung.co.id-
RADARLAMPUNG.CO.ID-Aksi kekerasan bersenjata kembali mengguncang Kota Bandar Lampung. Hanya empat bulan setelah tewasnya Brigadir Anumerta Arya Supena akibat tembakan begal, seorang warga kembali menjadi korban penembakan saat berusaha menggagalkan aksi pencurian sepeda motor di kecamatan Labuhan Ratu Bandar Lampung.
Junaidi (50), seorang penjual gorengan, tertembak di kaki kanannya pada Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 21.45 WIB. Peristiwa itu bermula ketika warga sedang berkumpul di sekitar kolam untuk bersiap melaksanakan ronda malam.
Suasana mendadak tegang ketika terdengar teriakan "maling" dari salah satu rumah warga yang diduga hendak dibobol pelaku. Sekitar delapan warga yang mendengar teriakan itu kemudian berupaya menghadang dua pelaku yang melarikan diri dengan sepeda motor.
Namun, sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi, pelaku lebih dulu melepaskan tembakan peringatan ke udara. Junaidi menyebutkan bahwa pelaku menembak dari jarak jauh untuk membuat warga menyingkir.
Dalam upaya menyelamatkan diri, Junaidi berlindung di balik sebuah mobil. Namun, pelaku tetap melepaskan rentetan tembakan ke arah warga sambil memacu kendaraannya.
Menurut pengakuan Junaidi, pelaku menembak ke arahnya sebanyak tiga kali, ditambah beberapa tembakan lain saat melaju meninggalkan lokasi. Total, pelaku disebut melepaskan sekitar enam kali tembakan sebelum berhasil kabur.
BACA JUGA:Hindari Jeratan Pinjol Ilegal, OJK Ajak Masyarakat Cermati Syarat Pinjaman Sebelum Lakukan Transaksi
Junaidi mengaku tidak menyadari dirinya terkena tembakan saat kejadian berlangsung. Baru setelah pelaku menjauh, ia merasakan kakinya basah dan penuh darah. Warga kemudian membawanya ke Rumah Sakit Advent, lalu merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek untuk menjalani operasi pada Senin, 7 September 2026.
Tim dokter berhasil mengeluarkan satu proyektil dari belakang lutut kaki kanannya. Junaidi menggambarkan peluru itu berbentuk agak tajam, menyerupai biji tangkil. Ia diperbolehkan pulang sehari setelah menjalani operasi.
Sebagai penjual gorengan, Junaidi mengaku tidak mampu menanggung biaya operasi karena tindakan medis yang dijalaninya tidak dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kondisi ini mendorong warga setempat untuk menggalang dana melalui ketua RT setempat.
Junaidi juga mengaku sempat meminta keringanan biaya kepada pihak rumah sakit. Meskipun demikian, ia mengaku belum mengetahui identitas maupun ciri-ciri kedua pelaku yang menyerangnya.
BACA JUGA:PTBA Turun Aktif Bantu Penanganan Karhutla, Perkuat Respons Cepat dan Kolaborasi
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Adri Purwanto, bersama jajarannya mendatangi rumah korban pada Rabu, 9 September 2026. Kedatangan tersebut bertujuan untuk memberikan bantuan sekaligus memperkuat penyelidikan dengan memeriksa lokasi kejadian dan menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar tempat penembakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


