Pertumbuhan 9,12 Persen, Ini Kata Presiden IMA Lampung

Minggu 07-08-2022,14:55 WIB
Reporter : Alam Islam
Editor : Alam Islam

Jika dibanding triwulan II/2021 (y on y), pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung tumbuh 5,22 persen. Pertumbuhan ini di atas rata rata pertumbuhan ekonomi y on y Sumatera, yakni sebesar 4,95 persen. Sedangkan pertumbuhan nasional sebesar 5,44 persen.

Data yang dihimpun Radarlampung.co.id, pertumbuhan ekonomi triwulan II Provinsi Lampung sebesar 9,12 persen ini jauh di atas pencapaian provinsi lain di Sumatera.  

Selain Lampung, ada dua provinsi dengan pertumbuhan q to q di atas rata rata pertumbuhan di Sumatera. Yakni, Bengkulu sebesar 6,58 persen dan Bangka Belitung sebesar 5,24 persen.

Sedangkan untuk pertumbungan ekonomi year on year, hanya Jambi yang berada di atas Lampung, yakni 5,41 persen. 

BACA JUGA:Komnas Perlindungan Anak Imbau Guru Peka terhadap Gejala Bullying di Sekolah

Kepala BPS Lampung Endang Retno Sri Subiyandani menyatakan, ekonomi Lampung triwulan II/2022, secara year on year (y-on-y) meningkat 5,22 persen. 

”Secara q-to-q, jika dibandingkan triwulan I/2022 yang meningkat sebesar 9,12 persen,” kata Endang Retno Sri Subiyandani dalam pers rilis yang digelar pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Secara kumulatif dasar, akumulatif pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung semester 1/2022 dibandingkan dengan semester 1/2021 tumbuh sebesar tumbuh 4,07 persen.

Dengan pertumbuhan ekonomi triwulan 2 yang sangat besar ini, maka pertumbuhan ekonomi Lampung year to year menjadi sebesar 5,22 persen. Ini di atas rata rata pertumbuhan year to year Sumatera sebesar 4,95 persen.

Ekonomi Provinsi Lampung triwulan II/2022 dibanding triwulan I/2022 mengalami pertumbuhan sebesar 9,12 persen 

Nilai ini menguat dibandingkan triwulan I/2022 yang tumbuh sebesar 0,86 persen. Pertumbuhan ekonomi didukung oleh lebih dari separuh lapangan usaha yang tumbuh positif.

"Lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi dicapai oleh administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib yang tumbuh sebesar 15,97 persen,” urai Endang Retno. 

”Didukung oleh lapangan usaha, pertanian, kehutanan dan perikanan sebagai salah satu laporan usaha dominan yang tumbuh sebesar 15,89 persen dan jasa lainnya yang tumbuh sebesar 15,73 persen lainnya," imbuhnya.

Lapangan usaha lainnya yang tumbuh cukup tinggi adalah industri pengolahan serta transportasi dan pergudangan yang masing-masing tumbuh sebesar 10,23 persen dan 10,17 persen

"Jadi, dari 17 sektor atau katagori, 13 sektor yang tumbuh positif. Sedangkan hanya empat sektor mengalami kontraksi," tambahnya.

Sektor yang tumbuh positif adalah administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib. 

Kategori :