“Umumnya, BPR yang gagal disebabkan manajemen yang buruk atau penyelewengan dana,”ungkap Purbaya.
BACA JUGA:Sosok Wakapolda Termuda di Indonesia, Anak Mantan Kapolri yang Jadi Jenderal di Usia 45 Tahun
BACA JUGA:Tiga Wakapolda Masuk Daftar Mutasi Polri, Alumni Akpol 1991 Tukar Posisi Dengan Kakak Leting
Pada poadcast yang dipandu CEO Harian Disway Dahlan Iskan tersebut, Purbaya ditanya terkait dampak dari gagalnya BPR terhadap masyarakat. Utamanya berkaitan dengan demonstrasi atau gejolak sosial.
Ketua DK LPS itu menegaskan bahwa pihaknya membutuhkan waktu lima hari untuk memastikan dana yang ditarik supaya tetap tersedia alias aman.
Dia menambahkan bahwa meskipun pada tahun 2020lalu menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Di masa sulit itu tidak terjadi penarikan besar-besaran dari simpanan di perbankan.
BACA JUGA:5 Aplikasi Pinjaman Online Resmi OJK dan Rendah Bunga
Purbaya menutup jawabannya dengan kampanye yang memastikan bahwa simpanan Masyarakat di perbankan aman.
Bahkan mereka berani memberikan jaminan maksimum Rp2 milar per bank.
“Kampanye kami adalah memastikan simpanan Anda aman, dengan jaminan maksimum Rp2 miliar per bank,”jelas Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua DK LPS.