Begitu juga disinggung terkait kriteria yang diinginkan Pemprov Lampung untuk calon direksi BUMD kedepan, Rinva menjelaskan ada beberapa.
Mulai dari dapat melihat peluang bisnis, sehingga bisa memberikan pendapatan baik ke BUMD maupun ke Pemprov Lampung berupa deviden.
"Kita tahu tujuan BUMD dibentuk itu berkontribusi terhadap perekonomian daerah, bisa menyediakan barang dan jasa untuk kemanfaatan umum dan yang paling penting adalah BUMD jadi salah satu sumber PAD," tuturnya.
"Sehingga diharapkan para direksi mampu memajukan BUMD dan bisa memberikan deviden kepada daerah," sambungnya.
BACA JUGA:Laporan Soal Tambang Ilegal di Way Kanan Masuk Sejak Juni 2024, Polda Lampung Belum Ada Komentar
Lanjut Rinva, saat ini pihaknya juga tengah melakukan evaluasi terhadap kinerja BUMD. Sehingga dengan kekosongan direksi ini menjadi momentum untuk bebenah.
"Ini momentumnya pas di saat kita juga sedang melakukan evaluasi terhadap kinerja BUMD dan di saat terjadi kekosongan maka kita benahi dari sisi SDM," terangnya.
"Juga kalau terjadi kekosongan direksi secara otomatis komisaris yang mengambil alih operasional perusahaan, yaitu pak Sulpakar di Wahana Raharja dan pak Mulyadi Irsan di LJU," ungkapnya.
Diketahui, pengumuman dan pendaftaran seleksi Direktur Utama dan Direktur Operasional BUMD LJU dan Wahana Raharja berlangsung dari 30 Juli 2025 sampai 7 Agustus 2025 mendatang.