Momen ini dinilai sebagai angin segar dalam hubungan antara pemerintah daerah dan generasi muda kritis.
“Kami mencintai masyarakat dan negara. Oleh karena itu, ketidaksesuaian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari harus disuarakan,” kata Mirza dalam sambutannya.
Ia menyatakan bahwa dirinya hadir bersama seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi, Pangdam II/Sriwijaya, dan Kapolda Lampung.
Seluruh anggota DPRD Provinsi Lampung juga turut mendampingi dan mendengarkan aspirasi dari mahasiswa dan masyarakat.
BACA JUGA:Massa Desak Masuk DPRD Lampung, Tuntut Revolusi dan Buka Barikade Kawat Berduri
“Saya sudah melihat, mendengar, dan membaca semua aspirasi yang disampaikan. Ini akan menjadi dorongan bagi kami untuk menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi adik-adik mahasiswa ke Presiden agar segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan damai.
“Mari kita jaga Lampung kita. Lampung masih bergerak dan mawas terhadap permasalahan saat ini. Silakan sampaikan aspirasi, tetapi tetap jaga Lampung kita,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika menyampaikan duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan serta permintaan maaf atas peristiwa yang terjadi sebelumnya.
BACA JUGA:Jangan Terprovokasi! Massa Mulai Dorong-dorongan Hendak Masuk ke DPRD Lampung
“Kita doakan almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Kita tegakkan keadilan, dan proses penyelesaiannya dilakukan secara terbuka dan berkeadilan,” ujar Helmy.
Kapolda juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga Provinsi Lampung tetap dalam suasana yang kondusif dan penuh toleransi.
Terpantau, usai berdialog langsung dengan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Forkopimda, massa aksi secara bertahap membubarkan diri sekitar pukul 14.00 WIB.