RADARLAMPUNG.CO.ID – Madrasah kini tidak lagi dipandang sebagai lembaga pendidikan alternatif. Keberadaannya telah bertransformasi menjadi bagian dari arus utama dalam mencetak generasi bangsa yang unggul secara intelektual, kokoh spiritual, dan kuat secara moral.
Hal ini mengemuka dalam pembukaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2025. Acara tersebut digelar di Aula MAN 1 Bandar Lampung, Rabu 1 Oktober 2025.
Sebanyak 495 siswa madrasah dari seluruh Lampung berpartisipasi dalam ajang tersebut. Mereka terdiri dari 90 peserta MI, 135 peserta MTs, dan 270 peserta MA.
Kompetisi berlangsung pada 2–3 Oktober 2025 di dua lokasi, yakni MAN 1 Bandar Lampung dan MTsN 2 Bandar Lampung. Cabang yang diperlombakan mencakup Matematika, IPA, IPS, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi terintegrasi.
BACA JUGA:Geger Penganiayaan yang Tewaskan Kakak Ipar di Pringsewu, Polisi Dalami Motif Pelaku
Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lukman Pura, membuka kegiatan mewakili Gubernur Lampung. Ia menegaskan bahwa madrasah saat ini telah menjadi lokomotif strategis dalam menyiapkan generasi emas Indonesia.
“Madrasah kini bukan lagi lembaga pendidikan alternatif. Madrasah sudah menjadi bagian dari arus utama dalam mencetak generasi cerdas secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan tangguh secara moral,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa SDM unggul. SDM yang dimaksud adalah mereka yang berkarakter kuat dan siap bersaing secara global.
Lukman juga menyebut OMI memiliki peran besar dalam membangun ekosistem kompetisi yang sehat. Ajang ini menumbuhkan sportivitas dan memperkuat karakter Islami siswa.
“Gunakan momen ini untuk memperluas wawasan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat tekad untuk terus berkarya bagi bangsa. Kemenangan sejati adalah ketika ilmu dan pengalaman yang diraih memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi atas kolaborasi semua pihak yang telah menyukseskan OMI 2025. Harapannya, madrasah terus melahirkan generasi yang memberi kontribusi nyata bagi daerah dan negara.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Lampung, Ahmad Rifa’i, menegaskan bahwa pelaksanaan OMI meneguhkan posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan. Menurutnya, madrasah menyatukan kecerdasan intelektual, religiusitas, dan daya saing.
“OMI menjadi simbol nyata bahwa madrasah tidak hanya fokus pada aspek religius. Madrasah juga melahirkan generasi yang inovatif, cerdas, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
BACA JUGA:Gubernur Mirza Tinjau Dapur SPPG Musi Raya dan Pastikan Distribusi MBG Aman di SMPN 2 Bandar Lampung
OMI 2025 mengusung tema Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju yang Berdaya Saing Global. Tema ini menegaskan integrasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman.
Ketua Tim Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah, Rika Irasanti, menyampaikan bahwa ajang ini bukan sekadar perebutan piala. OMI menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi sains, riset, karakter, dan kolaborasi.
“OMI diharapkan menumbuhkan budaya kejujuran, kerja keras, dan sportivitas di kalangan siswa madrasah,” jelasnya.
Dengan antusiasme ratusan peserta dan dukungan pemerintah, OMI 2025 menjadi bukti bahwa madrasah kini berdiri sejajar. Madrasah bahkan maju sebagai bagian penting dalam mencetak generasi unggul bangsa.