Dalam peninjauan tersebut, Bupati Pringsewu didampingi perwakilan Kantor Imigrasi Fazlur, Kepala Disnakertrans Agus Wijanarko, Kepala Dinas Kominfo Maudy Arinazola, serta petugas dari Bank Lampung.
Pelatihan Daerah direncanakan mulai dilaksanakan pada 19 Januari 2026 (estimasi) bertempat di Rusunawa Pemda Pringsewu, dengan durasi sekitar 2 bulan 10 hari.
Sementara itu, Pelatihan Pusat akan dilaksanakan di Gedung Pelatihan Pemagangan Bekasi, dengan jadwal yang masih menunggu penetapan resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Program Pemagangan ke Jepang sendiri telah berjalan sejak 1993 dan hingga kini telah melahirkan lebih dari 45.000 alumni di seluruh Indonesia.
Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi teknis (hard skill) serta kompetensi nonteknis (soft skill) seperti kedisiplinan, etos kerja, tanggung jawab, dan budaya kerja khas Jepang.
BACA JUGA:Imabsi Bawa Bahasa Indonesia Mendunia: Fabula 2025 Gaet Peserta dari Jepang hingga Australia
Selain peningkatan kompetensi, peserta pemagangan juga memperoleh insentif atau upah layaknya pekerja, dengan kisaran Rp13 juta hingga Rp25 juta per bulan, tergantung pada perusahaan tempat magang di Jepang.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu berharap melalui program ini akan lahir tenaga kerja yang profesional, berkarakter, dan berdaya saing global, serta mampu menjadi agen perubahan ketika kembali ke daerah guna berkontribusi nyata dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Pringsewu.