IHSG Terperosok ke 7.922, Ini Signal Saham yang Muncul Saat Pasar Masih Bergetar

Selasa 03-02-2026,08:07 WIB
Reporter : M.Nabil Mamnun*
Editor : Dian Saptari

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026, setelah koreksi tajam yang terjadi sejak awal pekan.

Berdasarkan pemantauan pukul 07.15 WIB, IHSG tercatat berada di level 7.922,73, melemah 4,88%.

Aksi jual disebut masih mendominasi pasar sehingga investor cenderung menahan diri sembari menunggu arah kebijakan lanjutan otoritas.

Terutama terkait perbaikan transparansi yang menjadi sorotan dalam evaluasi indeks global.

BACA JUGA:IHSG Masih Volatil Tapi Ada Peluang Rebound, Ini Daftar Saham Pilihan yang Jadi Penentu Arah IHSG

Sehari sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Danantara diketahui menggelar pertemuan daring dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin, 2 Februari 2026.

Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa poin-poin yang disampaikan MSCI sejalan dengan rencana aksi regulator.

“Apa yang menjadi concern MSCI itu sangat align atau selaras dengan beberapa program rencana aksi kami,” kata Hasan.

Menurut Hasan, pertemuan itu menjadi ruang bagi OJK, BEI, dan KSEI untuk menyampaikan proposal solusi yang pada prinsipnya menjawab isu utama yang selama ini disoroti.

BACA JUGA:IHSG Rawan Lanjut Koreksi Level 8000 Jadi Kunci, ini Signal Saham Pilihan Jumat 30 Januari 2026

Salah satu poin yang ditekankan adalah perluasan pengungkapan kepemilikan saham.

Jika selama ini keterbukaan data kepemilikan difokuskan pada porsi di atas 5%, OJK berkomitmen mendorong transparansi yang lebih dalam, bahkan bisa dilakukan untuk kepemilikan saham di atas 1%.

“Kami komitkan pengungkapan kepemilikan saham dengan porsi di bawah 5 persen, bahkan bisa dilakukan untuk kepemilikan saham di atas 1 persen,” ujarnya.

Tak hanya itu, OJK juga menyasar struktur data investor dengan memperinci klasifikasi investor dari 9 tipe menjadi 27 sub-tipe.

BACA JUGA:IHSG Tertekan, Ini Rekomendasi Saham di Tengah Pasar Asia Variatif dan Tekanan Isu MSCI

Kategori :