Langkah ini ditujukan memperjelas struktur kepemilikan serta meningkatkan kredibilitas pengungkapan ultimate beneficial ownership, yang menjadi perhatian investor global.
Di tengah pasar yang masih menunggu kepastian arah implementasi kebijakan, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menilai sinyal pelemahan terlihat saat IHSG bergerak mendekati area support terdekat.
Ia memperkirakan tekanan yang terjadi berpotensi menjadi bagian dari subwave v dari wave (a) yang belum berakhir.
“IHSG akan memberikan sinyal potensi kelanjutan tren turun menuju 7.265 apabila mulai bergerak di bawah level 7.762,” ujar Ivan dalam riset hariannya.
BACA JUGA:IHSG Tertekan Sejak Pagi, Ini Daftar Signal Saham Pilihan Saat Pasar Masih Volatil Pasca MSCI
Ivan memetakan level support IHSG berada di 7.762, 7.265, dan 7.099, sedangkan level resistance berada di 8.377, 8.596, dan 8.837.
Dari sisi saham, Ivan menyoroti sejumlah emiten yang dinilai menarik dipantau untuk peluang cuan di tengah volatilitas.
Saham pilihan versi BinaArtha Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BUMI, MEDC, PGEO, PTBA, dan UNTR.
Senada soal tekanan jual, MNC Sekuritas menilai pelemahan IHSG pada awal pekan disertai dominasi tekanan jual.
BACA JUGA:Tekanan MSCI dan IHSG Jatuh, Saham GOTO Mendadak Diborong Asing
Untuk perdagangan Selasa, 3 Januari 2026, MNC Sekuritas mengimbau investor mencermati area koreksi IHSG di kisaran 7.835–7.680 sebagai area koreksi untuk membentuk wave (b) dari wave [x].
“Kemudian untuk area penguatan berada di 8.128–8.527,” tulis MNC Sekuritas.
MNC Sekuritas menempatkan area support di 7.654–7.481 dan resistance di 8.094–8.318.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menambahkan sikap hati-hati investor juga dipengaruhi agenda pertemuan BEI dengan MSCI terkait reformasi transparansi pasar.
Sikap tersebut timbul di tengah tekanan dari saham konglomerasi dan emiten berbasis emas yang terkoreksi seiring turunnya harga emas dunia.