BPS menilai sejumlah faktor ekonomi makro turut memperkuat tren penurunan kemiskinan ini. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan III 2025 mencapai 5,04 persen (year on year).
Selain itu, sektor pertanian juga memberi kontribusi besar. Produksi padi Lampung pada Subround III 2025 meningkat 22,98 persen dibanding Subround I, yang berpotensi memperkuat pendapatan rumah tangga petani sekaligus menjaga stabilitas pangan.
Dari sisi ketenagakerjaan, kondisi pasar kerja juga menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2025 tercatat sebesar 4,89 persen, yang turut berperan dalam memperkecil jumlah masyarakat yang jatuh ke kelompok miskin.
Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi, peningkatan produksi pertanian, serta membaiknya indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan, penurunan kemiskinan di Lampung dinilai semakin kuat, terutama karena perbaikan ekonomi masyarakat perdesaan mulai terlihat lebih cepat dibanding perkotaan.(*)