Dari Gang Sempit, BRI Antar Njik-Njik Tembus Pasar Oleh-Oleh

Senin 11-05-2026,19:00 WIB
Reporter : Prima Imansyah Permana
Editor : Ari Suryanto

Ruang display produk berukuran sekitar 2,5 x 4 meter dipenuhi kemasan produk dengan harga mulai Rp13 ribu hingga Rp18 ribu.

Bagi masyarakat yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa, lokasi tersebut menjadi alternatif berburu oleh-oleh tanpa masuk pusat kota.

Rumah pribadi itu kini menjelma menjadi pusat produksi sekaligus toko yang melayani pembeli setiap hari.

Beberapa ruangan di bagian depan digunakan untuk pengemasan produk, workshop, hingga area display penjualan.

BACA JUGA:Pergoki Curanmor, Brigadir Polisi Tewas Ditembak di Labuhan Ratu

Sementara ruangan belakang difungsikan sebagai dapur produksi dan tempat penyimpanan bahan baku keripik pisang.

Meski berada di tengah gang sempit permukiman warga, aktivitas produksi di lokasi tersebut terlihat tertata rapi dan bersih.

Saat dikunjungi, seorang karyawan terlihat memasukkan keripik pisang yang baru digoreng ke dalam kemasan sebelum dilakukan sealing.

Keripik yang telah dikemas kemudian dipasarkan ke sejumlah pusat oleh-oleh hingga kapal penyeberangan di Bakauheni.

BACA JUGA:Mitsubishi Xpander Hybrid 2026 Irit 20 Km per Liter dan Torsi 255 Nm Jadi Daya Tarik Utama

Kebersihan menjadi salah satu hal yang sangat dijaga dalam seluruh proses produksi Keripik Pisang Njik-Njik.

Dalam proses produksinya, usaha tersebut juga telah menggunakan sejumlah peralatan modern untuk menjaga kualitas produk.

Menariknya, setiap kemasan keripik diisi gas nitrogen agar tetap mengembang dan menjaga kerenyahan produk lebih lama.

“Sekarang ada delapan karyawan khusus produksi,” ujar pemilik Keripik Pisang Njik-Njik, Riki Junaidi.

BACA JUGA:Suzuki XL7 Alpha Hybrid 2026, SUV Keluarga dengan Teknologi SHVS dan Konsumsi BBM Lebih Efisien

Delapan pekerja itu dibagi ke beberapa tahapan produksi, mulai dari mengupas, mengiris, menggoreng, hingga memberi bumbu.

Kategori :