BACA JUGA:Dikabarkan Bergeser dari RSUDAM, dr Imam: Di Mana Pun Ditempatkan, Saya Siap
Empat pendekatan tersebut menggambarkan perjalanan finansial yang dekat dengan kehidupan anak muda.
Ada kebutuhan sehari-hari yang harus dikelola. Ada mimpi yang harus mulai ditabung. Ada risiko yang perlu diantisipasi. Namun di saat yang sama, hidup tetap perlu dinikmati.
Melalui OCTO, pengguna dapat membuka rekening secara digital dalam hitungan menit, melakukan transfer, pembayaran, top up e-wallet, hingga mengakses pilihan tabungan dan investasi.
Perubahan perilaku pengguna juga terlihat dari pertumbuhan transaksi digital.
BACA JUGA:Promo Minyak Goreng 2 Liter di Alfamart, Periode 1–8 Oktober 2026
Pada semester I 2026, transaksi QRIS melalui OCTO meningkat 65 persen secara year-on-year (YoY). Pembukaan rekening pertama melalui OCTO tumbuh 89 persen YoY.
Di sisi investasi, transaksi reksa dana meningkat 48 persen YoY, sedangkan transaksi obligasi melonjak 112 persen YoY.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi perbankan tidak lagi sebatas memindahkan transaksi dari meja teller ke layar ponsel. Lebih jauh, teknologi mulai menjadi bagian dari cara generasi muda mengambil keputusan mengenai uang dan masa depan.
Fenomena itu juga relevan bagi anak muda di Lampung, ketika aktivitas ekonomi, pendidikan, pekerjaan, usaha kreatif, hingga kebutuhan transaksi sehari-hari semakin terhubung dengan ekosistem digital.
BACA JUGA:RSUDAM Siapkan Fertility Center Terintegrasi, Perluas Layanan Reproduksi dan Kesehatan Perempuan
Ketika Dimpet Mulai Ditinggalkan
Konsep “Go Dompetless, Wear Pocketless” menjadi cara CIMB Niaga menerjemahkan perubahan tersebut ke dalam bahasa yang lebih dekat dengan generasi muda.
Bukan semata-mata tentang meninggalkan dompet fisik, melainkan tentang perubahan kebiasaan.
“Go Dompetless, Wear Pocketless bukan sekadar soal meninggalkan dompet fisik. Ini merupakan simbol gaya hidup yang lebih praktis, fleksibel, dan efisien,” kata Amir.
Bagi generasi yang tumbuh bersama smartphone, transaksi tanpa uang tunai bukan lagi sesuatu yang futuristik. Ia telah menjadi bagian dari rutinitas.