25 Bahasa Daerah Terancam Punah

25 Bahasa Daerah Terancam Punah

BACA JUGA:Hujan Lebat Aliran Sungai Meluap Masuk Rumah Warga

Di antaranya bahasa Sentani di Papua, bahasa Toraja di Sulawesi Selatan, Bahasa Sasak di Nusa Tenggara Barat, bahasa Batak dialek Angkola di Sumatra Utara.

“Sasaran dari program itu mencakup 1,5 juta siswa di 15.000 sekolah serta 29.000 guru dan 17.000 kepala sekolah, termasuk 1.491 komunitas tutur yang turut terlibat dalam penyusunan model pembelajaran bahasa daerah dan perumusan muatan lokal kebahasaan dan kesastraan,” ulasnya.

Nadiem Makarim menjelaskan, Kemendikbudristek merancang tiga model revitalisasi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Apabila daya hidup bahasanya masih aman dengan jumlah penutur masih banyak dan masih digunakan sebagai bahasa yang dominan di dalam masyarakat, maka pewarisan dilakukan secara terstruktur melalui pembelajaran di sekolah atau berbasis sekolah.

BACA JUGA:IKM Lampung Diharap Isi Katalog Pengadaan Pemprov Lampung

“Dan untuk model di mana bahasanya risiko punah itu sangat tinggi, jumlah penutur itu sangat sedikit, pendekatan kita adalah melalui komunitas dan juga pembelajaran yang menunjuk dua atau lebih keluarga sebagai model tempat belajar,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: