HUT 77 RI

Ditpolair Korpolairud Ungkap 11 Kasus Menonjol, Satu Terjadi di Lampung

Ditpolair Korpolairud Ungkap 11 Kasus Menonjol, Satu Terjadi di Lampung

Ditpolair Korpolairud berhasil mengungkap 11 kasus menonjol. FOTO PMJNEWS.COM--

JAKARTA, RADARLAMPUNG.CO.ID - Sebelas kasus menonjol berhasil diungkap Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri.

Dalam pengungkapkan kasus menonjol, salah satunya terjadi di Lampung, diamankan Rp 48.006.800.0000 potensi kerugian negara.

Termasuk potensi kerusakan seluas 6.402.350 meter persegi akibat penggunaan bom ikan.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Kombes Rustam Mansur mengatakan, dengan 52 unit kapal, Ditpolair menggelar patroli Sambang Nusa, Hotspot Area Labuh Jangkar dan penegakan hukum di seluruh wilayah Indonesia.

BACA JUGA: Dipanggil sebagai Tersangka, Roy Suryo Segera Ditahan Malam Ini

Hasilnya, 11 kasus menonjol berhasil diungkap. Di antaranya Kapal Parkit-3004 yang menggagalkan penyelundupan 17.000 ekor benih Lobster pasir dan 244 ekor jenis mutiara pada 30 Mei silam. 

Benih lobster itu ditampung di rumah DS, Kampung Nelayan RT. 005/RW. 002, Desa Wanasalam, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten.

Kemudian, Kapal Anis Madu-3009 mengungkap peredaran gelap narkotika yang diselundupkan oleh speed boat dari arah perairan Malaysia menuju Tanjung Berakit, Bintan, Kepulauan Riau. Barang buktinya 1.003 gram sabu-sabu.

Kombes Rustam menuturkan, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri juga menungkap dua kasus destructive fishing dengan menggunakan bahan peledak (handak) atau bom ikan yang terjadi.

BACA JUGA: Sosok Pengawal Irjen Ferdy Sambo, Pria Berbadan Tegap dan Bertato

Lokasinya di Konawe, Sulawesi Tenggara. Kasus ini diungkap gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri dan Ditpolairud Polda Sulawesi Tenggara pada 7 dan 13 Juni 2022.

"Barang bukti yang disita berupa 10 botol bir berisi handak, satu ember pupuk cantik yang sudah diolah dan satu ember pupuk cantik belum diolah,” kata Kombes Rustam dalam pers rilis pengungkapan 11 kasus menonjol triwulan II tahun 2022, Kamis 4 Agustus 2022, dilansir dari Pmjnews.com. 

Kemudian satu karung pupuk cantik, satu kardus korek api batang merk polar, dan tujuh pemicu peledak yang sudah aktif.

Selanjutnya, tim gabungan Kapal-5005 dan Subdit Patroliair Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengamankan barang bukti di rumah nelayan berinisial J, Kampung Nelayan Atas Barangsanga, Kecamatan Wawolesea, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. 

Sumber: