Honorer Unila pun Disebut Ikut Lobi Ortu Calon Mahaiswa, Minta 'Uang Pelicin' hingga Rp 470 Juta

Honorer Unila pun Disebut Ikut Lobi Ortu Calon Mahaiswa, Minta 'Uang Pelicin' hingga Rp 470 Juta

Staf Honor Unila Fajar Pramukti Putra. -Foto Anca/Radarlampung.co.id-

RADARLAMPUNG.CO.ID - Feri Antonius alias Anton Kidal orang tua penitip mahasiswa dihadirkan oleh jaksa penuntut umum KPK di persidangan untuk bersaksi atas terdakwa kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Fakultas Kedokteran Unila, Muhammad Basri di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Selasa 24 Januari 2023. 

Dalam kesaksiannya, pria yang berprofesi sebagai pengusaha sapi Australia ini mengaku anaknya awalnya ikut tes mahasiswa fakultas kedokteran Unila jalur undangan. Namun gugur.

Anaknya kemudian mencoba masuk melalui jalur SBMPTN. Ia kemudian dikenalkan oleh Fauzan tetangganya kepada Fajar Pramukti Putra yang bekerja sebagai seorang staf honorer di Rektorat Unila. 

Saat bertemu itu, Fajar Pramukti Putra mengaku akan membantu anak Anton Kidal untuk lulus ke Fakultas Kedokteran Unila. Awalnya kata Anton, dirinya tampak tak percaya.

BACA JUGA:UKIN dan UP PPG Kategori 1 Gelombang 2 Ditunda, Ini Jadwal Terbarunya

Terlebih, Fajar meminta uang yang cukup fantastis saat itu yakni Rp 460 juta. 

Fajar beralasan uang itu untuk mengamankan nilai anaknya dengan cara mengurusnya melalui kakak iparnya yang bekerja di Dirjen Dikti Kemendikbud.

"Dia bilang bisa bantu kalau mau katanya punya keluarga, kakaknya kerja di Dikti Pusat. Dia (Fajar) bilang mau masuk Unila susah, apalagi katanya tidak ada passing grade," ungkap Anton Kidal. 

Fajar Pramukti Putra kemudian meminta Anton Kidal cukup menyetorkan uang Rp 460 juta.

BACA JUGA:UKIN dan UP PPG Kategori 1 Gelombang 2 Ditunda, Ini Jadwal Terbarunya

"Dia (Fajar) bilang uang itu untuk mengamankan nilai anak saya. Rp 450 juta awalnya dia minta," cerita Anton Kidal.

Mendengar nominal yang besar, Anton Kidal melakukan negosiasi dengan Fajar Pramukti Putra. "Saya bilang mahal banget, saya nego minta turun lagi karena keberatan," sambungnya. 

Namun Fajar Pramukti Putra tetap bersikukuh meminta di angka Rp 450 juta agar anaknya bisa lulus fakultas kedokteran.

Akhirnya Feri Antonius alias Anton Kidal mau memberikan nominal yang diminta. Terlebih, Fauzan tetangganya yang mengenalkannya dengan Fajar Pramukti Putra menjaminnya. 

Sumber: