Niat Ibadah, Difabel bernama Syafriandi asal Jakarta Nekat ke Mekkah Gunakan Motor Roda Tiga

Niat Ibadah, Difabel bernama Syafriandi asal Jakarta Nekat ke Mekkah Gunakan Motor Roda Tiga

Seorang Difabel asal Jakarta menggunakan motor roda tiga pergi ke Mekkah. Foto Dok Syafriandi--

Namun sejauh ini ia bersyukur tak ada maslah yang sangat berarti dalam perjalanannya. "Alhamdulillah, dari Jakarta sampai Jambi ini manusia (motor) enggak trouble. Malah selalu ketemu orang baik," kata dia. 

Selama perjalanan, dirinya menceritakan sempat istirahat di beberapa daerah seperti di Lampung, Palembang hingga sekarang istirahat di Jambi. 

Pada kesempatan itu, dirinya berpesan untuk anaknya yang sedang menderita penyakit jantung. "Nak, kalau Allah berkehendak jangan kan menyembuhkan sakit mu, mengganti jantung mu saja Allah mampu," jelasnya. 

Itulah satu dari sekian alasan dirinya melakukan perjalanan jauh dari Jakarta menuju Kota Suci Mekkah. 

Syafriandi mengaku tak khawatir dengan kendala komunikasi saat melewati negara-negara luar nantinya. Dengan alasan yang sangat rasional, ia meyakini Allah akan memudahkan urusan nya.

"Di setiap negara pasti ada KBRI, di setiap negara pasti ada orang muslim dan setiap negara pasti ada orang Indonesia," katanya yakin. 

Dalam proses perjalananya, ia mengaku berhenti setiap 6 jam sekali. Jika ia merasa kurang sehat, ia akan beristirahat terlebih dahulu. 

Begitupun dengan kendaraan yang ia naiki, dalam jarak tempuh beberapa ratus kilometer, dirinya akan melakukan servis dan ganti oli di bengkel-bengkel jalan yang ia lalui. 

Saat ini, dirinya tengah beristirahat di Kota Jambi sembari mengumpulkan keperluan dokumen untuk perjalananya. 

Sementara itu, Tajri Dannur, selalu warga Jambi tengah menjamu Syafriandi yang kebetulan lewat di daerahnya. 

Kepada radarlampung.co.id, Tajri menjelaskan mulanya Syafriandi enggan cerita tentang dirinya di sebarluaskan.

Namun karena bujukan sebagai motifasi bagi orang lain, akhirnya ia bersedia perjalanannya tersebut dikisahkan. 

Awal mula pertemuan dengan Syafriandi melalui temannya yang kebetulan bertemu dengan Syafriandi di sebuah masjid. 

Yang kemudian mereka ajak ke kediamannya untuk beristirahat. Ia merasa pria tersebut merupakan seorang hamba Allah yang menjadi tamu, sehingga wajib di kamu. 

Saat ini, mereka tengah menunggu dokumen rekomendasi Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang mereka siapkan untuk Syafrandi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: