Mengenal Agama Yazidi, Minoritas Kuno yang Berjuang Bertahan Hidup di Tengah Kekerasaan

Mengenal Agama Yazidi, Minoritas Kuno yang Berjuang Bertahan Hidup di Tengah Kekerasaan

Agama Yazidi salah satu aliran yang bertahan hidup di tengah kekerasan. ILUSTRASI/FOTO PIXABAY.COMPhotography --

BACA JUGA: 10 Candi di Indonesia Yang Jarang Diketahui Wisatawan, Nomor 5 Ada di Sumatera dan Terbesar

Sebagai pengikut agama Yazidi lewat keyakinannya mereka menyembah pada satu kekuatan yang sifatnya esa.

Pada keyakinannya, mereka memuja dan memuliakan Melek Taus yang dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai pemuja setan.

Melek Taus, Tuhan agama Yazidi yang terkenal akan sifatnya yang begitu angkuh dan tidak mau sujud kepada nabi Adam AS.

Namun, para pengikut agama Yazidi tidak peduli akan hal itu dan tetap berpegang teguh untuk terus menghormati Melek Taus sebagai tuhan dan penguasa dunia.

BACA JUGA: Amalkan Doa Pelancar Rezeki Ini, Insya Allah Akan Diberikan Keberkahan dan Kemuliaan

Pada kepercayaan agama Yazidi, Tuhannya yang esa yakni Melek Taus tinggal disebuah mutiar putih yang berada di alam dimensi eksoteris bersama dengan malaikat-malaikatnya.

Sebagai hamba yang taat akan Tuhannya, penganit agama Yazidi melakukan pemujaan dengan simbolis patung Melek Taus berbentuk burung merak.

Selama berabad-abad, pengikut aliran agama Yazidi telah tinggal diberbagai wilayah pegunungan, gua, tempat suci, kuil dan desa leluhur.

Ancaman dari ISIS dan kekerasan yang di alami oleh para pengikut agama Yazidi telah menjadi sejarah paling memilukan dan menyakitkan bagi mereka.

BACA JUGA: Doa Sebelum Meminum Air Zam-zam yang Memiliki Banyak Khasiat

Hanya karena Agama Yazidi dikenal sebagai sinkretisme atau penggabungan membuat sebagaian masyarakat menganggap itu bid'ahi.

Di anggap suatu bid'ah banyak masyarskat yang meminta untuk musnahkan karena di anggap memuja setan.

Adapun kekerasaan yang terjadi pada pengikut agama Yazidi telah ada sejak kekaisaran ottoman pada abad ke 19.

Akibatnya banyak para pengikut Yazidi mati secara massal akibat genosida yang terjadi di era itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: