Bak Pepatah Gajah Mati Tinggalkan Gading, Ini Kisah Radin Inten II yang Jadi Nama Bandara di Lampung

Bak Pepatah Gajah Mati Tinggalkan Gading, Ini Kisah Radin Inten II yang Jadi Nama Bandara di Lampung

Patung Raden Inten II di kompleks makamnya di Lampung Selatan. Bak Pepatah Gajah Mati Tinggalkan Gading, Ini Kisah Radin Inten II yang Jadi Nama Bandara di Lampung--youtube @dunia indra

Belanda sempat putus asa karena merasa dipermainkan oleh seorang anak muda yang baru berusia 22 tahun.

Namun akhirnya Belanda mendapatkan cara lain. Mereka berhasil meyakinkan Radin Ngerapat mengkhianati Radin Inten II. 

Disusunlah rencana agar Radin Ngerapat mengundang Radin Inten II untuk melakukan pertemuan. Radin Ngerapat beralasan hendak membicarakan bantuan untuk Radin Intan II. 

BACA JUGA:Putra Daerah Lampung Dilantik Menjadi Pejabat Tinggi Madya Otoritas IKN, Simak Profilnya

Pertemuan disepakati pada 5 Oktober 1856 di suatu tempat dekat daerah Kunyanyan. Tanpa rasa curiga sedikitpun, Radin Inten II memenuhi undangan itu. Namun disana, beberapa orang serdadu Belanda sudah disiapkan.

Ketika Radin Inten II menyantap makanan, tiba-tiba dirinya diserang oleh Radin Ngerapat dan anak buahnya.

Perkelahian tidak seimbang tak terelakkan lagi. Akhirnya Radin Inten II wafat dalam perkelahian itu dalam usia yang masih sangat muda yaitu 22 tahun. 

Baru pada tahun 1986,  Pemerintah Republik Indonesia menganugerahi Radin Inten II sebagai pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 082 Tahun 1986 tanggal 23 Oktober 1986.

Demikianlah sejarah singkat Pahlawan Nasional Radin Inten II yang harus kita ketahui. Lampung bangga memiliki sosok pejuang muda yang sangat tangguh seperti Radin Inten II. Sosoknya wajib menjadi teladan dan panutan bagi semua warga Lampung. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: