Ini Nama 8 Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Koperasi Betik Gawi

Ini Nama 8 Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Koperasi Betik Gawi

Suasana kantor Koperasi Betik Gawi yang berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi, Bandarlampung. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id--

Laporan secara resmi ini dibuat setelah Subdit III Ditreskrimum Polda Lampung meminta keterangan saksi-saksi.

Putri Maya Rumanti selaku kuasa hukum pensiunan guru SD menyatakan, setelah dua bulan memperjuangkan hak-hak pensiunan guru SD akhirnya hari ini bisa melaporkan secara resmi ke Polda Lampung.

"Laporan ini terkait dugaan tindak pidana dugaan penggelapan dan penyalahgunaan wewenang dalam jabatan," katanya.

Pihak yang dilaporkan, kata Maya, semua pengurus dan penanggung jawab Koperasi Betik Gawi. "Semua pengurus dan penanggung jawab koperasi," ujarnya.

BACA JUGA:Mutasi Pejabat Pemkab Tanggamus, Posisi Direktur, Kabid dan Kabag RSUD Batin Mangunang Tanggamus Bergeser

Dalam kasus ini, kata Maya, informasi yang diperoleh dari penyelidikan yang dilakukan Polda Lampung memang ditemukan tindak pidana dugaan penggelapan yang dilakukan oknum-oknum.

"Secara detailnya, saya tidak punya wewenang menyampaikannya. Gelar perkara sudah dilakukan dan terpenuhi unsurnya sehingga hari ini resmi kita laporkan," ungkapnya.

Maya berharap apa yang diperjuangkan sesuai harapan pensiunan guru SD bisa terwujud.

"Ibu-ibu bisa mendapatkan haknya sesuai harapan," tegasnya yang dijawab ''Amien'' dari pensiunan guru SD yang hadir.

BACA JUGA:Pencairan Dana Tunai dengan Program Power Cash di Livin by Mandiri, Simak Syarat dan Ketentuan Terbarunya

Maya juga berharap Pemkot Bandarlampung tidak menutup mata.

"Tentu kita juga berharap Pemkot Bandarlampung tidak menutup mata. Koperasi Betik Gawi ini pengawasnya. Menilai kinerja koperasi setiap tahun. Saya harap bisa segera dicari solusi untuk hak-hak para guru pensiun dan masih aktif. Jangan dibiarkan kezaliman ini terjadi," katanya.

Ditanya estimasi dugaan dana yang digelapkan, Maya menyatakan sekitar Rp6,5 miliar.

"Jumlah pensiunan guru SD ada sekitar 375 orang dari 2020-2022. Guru pensiunan yang tergabung dengan kita ada sekitar 159 orang. Estimasi kerugiannya sekitar Rp6,5 miliar. Ini baru uang pensiun ya. Belum uang tabungan umrah atau haji," ungkapnya.

BACA JUGA:Akses Mudah! AdaKami Berikan Dana Pinjaman Sampai Rp 70 Juta Cair dengan Aman Terpercaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: