Tekan Inflasi, Pemprov Lampung Gelontorkan Rp 150 Juta untuk Operasi Pasar Hingga Desember 2023

Tekan Inflasi, Pemprov Lampung Gelontorkan Rp 150 Juta untuk Operasi Pasar Hingga Desember 2023

Masyarakat antusias ikuti oprasi pasar di halaman Disperindag Lampung, Rabu 15 November 2023.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID - Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar operasi pasar, pada Rabu 15 November 2023 halaman Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung.

Adapun komoditas yang dijual mulai dari beras medium dengan harga Rp 52 ribu per lima kg, gula pasir Rp 12 ribu per kg, minyak goreng Rp 12,5 ribu per liter, dan cabai merah Rp 65 ribu per kg.

Kegiatan operasi pasar ini dalam rangka pengendalian inflasi tahun 2023 di Lampung.

Pemprov Lampung mensubsidi tiga bahan pokok, yaitu gula pasir, cabai, dan minyak goreng.

BACA JUGA:Berapa Besaran Uang Pensiun Guru PNS Terbaru? Cek Detilnya Disini

Kepala Disperindag Lampung Elvira Umihanni mengatakan, pada operasi pasar hari ini pihaknya bekerjasama dengan pihak terkait.

Seperti cabai merah yang dijual diambil dari Jakarta, gula dari BUMD PT Wahan Raharja, minyak goreng dari Domus, dan beras dari Bulog.

Operasi pasar murah ini, kata Elvira Umihanni akan dilaksanakan di enam kabupaten dan di Kota Bandar Lampung.

"Untuk jumlah komoditas yang dijual menyesuaikan, karena pada operasi pasar ini pak gubernur menyiapkan alokasi subsidi harga. Kalau produknya bekerjasama dengan penyedia," ungkapnya.

BACA JUGA:Punya Harta Triliunan, 6 Konglomerat Indonesia Ini Pengusaha Tambang Batu Bara Terbesar, Ada Adik Erick Thohir

Adapun anggaran yang disiapkan untuk subsidi harga di enam kabupaten dan Kota Bandar Lampung sebesar Rp 150 juta yang digelar empat kali.

"Kita menghabiskan subsidi yang Rp 150 juta untuk mengoptimalkan pengendalian harga menjelang nataru," ucapnya. 

Sebab menurut Elvira Umihanni jika kecenderungan pasokan komoditas berkurang atau terjadi keterlambatan datang seperti gula, dalam rentang pasokan ditakutkan ada pihak-pihak yang mengambil kesempatan untuk mencari keuntungan.

"Maka kita gelar operasi pasar diawal sebelum nataru," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: