Mobilitas Tinggi, Risiko DBD Meningkat, Dinkes Way Kanan Gencar Edukasi Hidup Bersih ke Warga
Ilustrasi DBD. -Pixabay-
RADAR LAMPUNG.CO.ID – Kabupaten Way Kanan yang berada di tengah jalur lintas Sumatera memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap penyebaran berbagai penyakit, terutama yang disebabkan oleh nyamuk.
Hal itu disebabkan banyaknya kendaraan umum dan transportasi antarprovinsi yang melintas, sehingga berpotensi membawa bibit penyakit.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Way Kanan melalui Dinas Kesehatan secara rutin melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar membiasakan pola hidup bersih di rumah maupun lingkungan sekitar.
“Tempat kita ini sangat rentan dengan penyakit, karena bumi Way Kanan dibelah oleh jalan lintas Sumatera. Penggunanya datang dari ujung Sumatera sampai ujung Pulau Jawa, sehingga memungkinkan kendaraan ataupun penumpang membawa bibit penyakit,” ujar Didy Arwadi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Way Kanan, mendampingi Kadiskes Way Kanan Hj. Srikandi, Kamis, 16 Oktober 2025.
BACA JUGA:Diperiksa Seharian Di Kejati, Eks Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Minta Obat
Menurut Didy, nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) bisa berkembang biak di lingkungan setempat, bahkan bisa terbawa oleh penumpang bus atau kendaraan lain yang melintas.
Untuk mencegah penyebarannya, pihaknya terus melakukan edukasi melalui Puskesmas di seluruh kecamatan.
“Petugas kami tanpa kenal lelah memberikan penyuluhan agar warga membiasakan hidup bersih, seperti menguras dan menutup bak mandi, membersihkan lingkungan rumah, serta mengubur barang bekas yang bisa menjadi tempat genangan air dan sarang nyamuk Aedes aegypti,” jelasnya.
Didy menambahkan, wilayah endemis DBD kini semakin meluas. Jika dulu hanya beberapa kecamatan, saat ini hampir seluruh kecamatan di Way Kanan pernah melaporkan kasus DBD.
BACA JUGA:Musim Hujan, Begini Cara Aman Merawat Motor Listrik agar Baterai Tetap Awet
“Seiring dengan semakin baiknya pembangunan dan kemudahan transportasi, mobilitas warga meningkat. Itu menyebabkan risiko penularan juga makin tinggi," ujarnya.
"Karena itu kami tidak pernah lelah memberikan penyuluhan agar masyarakat terhindar dari penyakit berbahaya ini,” tambahnya.
Berdasarkan konfirmasi Radar Lampung ke beberapa Puskesmas di 15 kecamatan, memang tidak ditemukan korban jiwa akibat DBD. Namun, hampir setiap Puskesmas pernah melayani pasien terjangkit penyakit tersebut.
“Ada, tetapi alhamdulillah sudah sehat. Sebenarnya mungkin lebih dari satu atau dua orang, tapi yang sempat kami tangani memang hanya beberapa," ungkap salah satu kepala Puskesmas di Way Kanan yang meminta namanya dirahasiakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
