disway awards

Wali Kota Eva Dwiana Imbau Anak Jaga Etika, Orang Tua dan Sekolah Diminta Aktif Cegah Bullying

Wali Kota Eva Dwiana Imbau Anak Jaga Etika, Orang Tua dan Sekolah Diminta Aktif Cegah Bullying

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.-Foto: Melida Rohlita/RLMG-

RADARLAMPUNG.CO.ID – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengingatkan seluruh anak di kota ini untuk terus menjaga etika serta tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.

Ya, hal ini didasari maraknya tingkah bullying di wilayah Kota Bandar Lampung, di mana anak-anak memegang peran penting sebagai generasi penerus bangsa dan penentu masa depan daerah.

“Anak-anak adalah harapan orang tua dan masa depan bangsa; etika dan tingkah laku harus yang terbaik, hal-hal yang sudah terjadi sebelumnya jangan diulangi lagi, kita semua bersaudara, dan Bunda berharap semua anak di Bandar Lampung bisa berhasil serta meraih prestasi terbaik,” katanya, Rabu, 24 September 2025.

Eva menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.

BACA JUGA:Hadapi Malut United, Bhayangkara Lampung FC Siap Jaga Tren Positif

Namun, ia menilai keterlibatan orang tua tetap menjadi faktor kunci dalam membentuk karakter generasi muda.

“Orang tua harus memprioritaskan anaknya, ajak komunikasi, jangan sampai setelah ada kasus bullying baru mengetahui, komunikasi harus ditingkatkan, dan tetap memantau anak dalam bermedia sosial,” tegasnya.

Selain mengimbau peran orang tua, Eva juga meminta pihak sekolah lebih memperhatikan perilaku dan kebutuhan siswa.

Pemkot Bandar Lampung, lanjutnya, berencana memperkuat sinergi dengan sekolah-sekolah untuk memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang memadai.

BACA JUGA:Wagub Jihan Temui Massa Petani, Janji Bentuk Tim Konflik Agraria

“Minggu depan Bunda akan keliling ke sekolah-sekolah, harapannya semua pihak bisa saling menjaga anak-anak kita,” ujarnya.

Bunda Eva menambahkan, upaya menjaga etika dan perilaku anak harus dilakukan bersama-sama oleh orang tua, guru, dan pemerintah.

Serta membangun generasi yang berkarakter membutuhkan kerja sama seluruh pihak, bukan hanya tanggung jawab satu lembaga. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait