Satu Tema Dua Cerita, Semangat Kartini Hingga Transformasi Ikon Pop di Azarine DBL Dance Competition Lampung
Sumber Foto. Honda DBL--
RADARLAMPUNG.CO.ID — Panggung Azarine DBL Dance Competition 2025-2026 seri Lampung kembali membuktikan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang adu teknik gerak, melainkan wadah ekspresi yang sarat akan makna mendalam.
Mengusung tema besar "Shine Like a Star", para peserta berlomba menerjemahkan filosofi bintang dari berbagai sudut pandang yang inspiratif.
Tim dance dari SMA YP Unila Bandar Lampung tampil memukau dengan mengambil inspirasi dari sosok pahlawan nasional, Raden Ajeng Kartini.
Pemilihan tokoh ini dianggap sangat relevan dengan tema kompetisi, mengingat Kartini adalah representasi nyata dari seseorang yang mampu memancarkan cahaya meski berada di tengah kegelapan kungkungan tradisi.
BACA JUGA:Rekap Semifinal AZA 3X3 Competition Lampung, 4 Tiket Final DBL Terisi
Dalam penampilannya, SMA YP Unila membagi koreografi mereka menjadi dua fase emosional.
Pada bagian awal, para penari menunjukkan gerakan yang cenderung kaku, terikat, dan penuh tekanan—sebuah simbolisasi visual dari keterbatasan ruang gerak perempuan di masa lampau akibat belenggu sosial dan budaya.
Namun, suasana seketika berubah saat transisi musik dimulai. Gerakan mereka bertransformasi menjadi lebih tegas, dinamis, dan penuh tenaga. Ini adalah representasi dari lahirnya keberanian dan kesetaraan.
Lewat filosofi "Habis Gelap Terbitlah Terang", SMA YP Unila ingin menyampaikan pesan bahwa setiap generasi memiliki "bintangnya" sendiri.
BACA JUGA:SMA Fransiskus Amankan Tiket Final DBL Lampung usai Tekuk SMAN 1 Metro
Seperti halnya Kartini, generasi muda saat ini ditantang untuk tetap bersinar dan membawa perubahan positif melalui keyakinan diri yang kuat.
Kontradiktif dengan pendekatan sejarah dari pesaingnya, SMA Pelita Bangsa membawakan interpretasi modern yang terinspirasi dari budaya populer.
Mereka menghadirkan kisah seorang penggemar yang bermimpi menjadi bintang besar seperti idolanya, Britney Spears.
Penampilan ini membawa penonton masuk ke dalam dunia konser yang gemerlap namun penuh gejolak emosi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
