Rapat Gabah Pemprov Lampung Digelar Tertutup, Wartawan Diminta Keluar, Ada Apa?

Rapat Gabah Pemprov Lampung Digelar Tertutup, Wartawan Diminta Keluar, Ada Apa?

Rapat yang berlangsung di Ruang Sungkai Balai Keratun, sekitar pukul 10.00 WIB itu, membahas polemik distribusi gabah Lampung, termasuk keberatan petani terhadap kebijakan larangan menjual gabah ke luar daerah.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar rapat pengendalian distribusi gabah dan stabilitas harga komoditas pangan utama, Selasa 1 September 2026.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sungkai Balai Keratun, sekitar pukul 10.00 WIB itu, membahas polemik distribusi gabah Lampung, termasuk keberatan petani terhadap kebijakan larangan menjual gabah ke luar daerah.

Namun, rapat tersebut justru menjadi sorotan setelah awak media yang hendak meliput jalannya pembahasan diminta meninggalkan ruangan.

Pantauan Radarlampung.co.id sekitar pukul 11.43 WIB, rapat masih berlangsung. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Lampung Mulyadi Irsan tampak memimpin rapat dari bangku depan.

BACA JUGA:Gerbong Mutasi Pemprov Lampung Bergerak, 4 Pejabat Eselon II Bergeser

Rapat turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Lampung Elvira Umihanni serta Anggota Komisi II DPRD Lampung Mikdar Ilyas.

Sejumlah petani dari sekitar tujuh kabupaten juga hadir dalam forum tersebut. Mereka menyampaikan keberatan atas kebijakan yang melarang gabah Lampung dijual keluar daerah dalam bentuk gabah.

Larangan tersebut tertuang dalam, Peraturan Gubernur (Pergub) Lampung Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur pengendalian distribusi gabah keluar Provinsi Lampung untuk menjaga ketersediaan bahan pangan, stabilitas harga, serta memenuhi kebutuhan gabah bagi masyarakat dan industri penggilingan di daerah.

Kebijakan tersebut sebelumnya menuai persoalan di lapangan. Sejumlah kendaraan pengangkut gabah dari Lampung bahkan disebut sempat dihentikan dan diminta putar balik di Pelabuhan Bakauheni ketika hendak membawa gabah menuju Pulau Jawa.

BACA JUGA:Promo Minyak Goreng Hemat Alfamart 1–6 September 2026: SunCo, Sania, hingga Bimoli Turun Harga

Dalam rapat itu, para petani meminta pemerintah tidak menghalangi distribusi gabah ke luar Lampung karena dinilai lebih menguntungkan harganya.

Saat awak media masuk ke Ruang Sungkai untuk melakukan peliputan, beberapa orang mengarahkan wartawan keluar dari ruangan.

Hal itu dialami Ria wartawan Kupat Tuntas dan Jeni Radar TV yang tengah berada di dalam ruangan. Keduanya mengaku dihampiri seorang pria yang mengenakan pakaian safari, didampingi seorang perempuan.

"Mba diluar, diluar dulu ya," ujar pria tersebut, seperti ditirukan Ria dan Jeni.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: