Meski Berangsur Normal, Nelayan Pesisir Lampung Tetap Waspada Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau

Meski Berangsur Normal, Nelayan Pesisir Lampung Tetap Waspada Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau

Meski Berangsur Normal, Nelayan Pulau Pasaran Tetap Waspada Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau. -Foto. Anggi Rhaisa/Radar Lampung-

RADARLAMPUNG.CO.ID-​ Di balik ketenangan yang mulai kembali menyelimuti kawasan pesisir Lampung, para nelayan dan warga setempat masih harus melangkah dengan ekstra hati-hati. 

Selain sisa-sisa aktivitas Gunung Anak Krakatau, tantangan cuaca berupa angin kencang kini menjadi ujian tersendiri bagi denyut kehidupan di kawasan pesisir.

​Dampak letusan mulai dirasakan secara masif ketika hujan abu vulkanik yang sangat tebal mengguyur wilayah Pulau Pesawaran. 

Adi Mukhlis, seorang nelayan Pulau Pasaran sekaligus warga Bronjong Sukabanjar, Kecamatan Teluk Betung Timur, menuturkan bahwa abu mulai turun serentak sesudah maghrib pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 18.30 hingga 19.00 WIB, yang diawali dengan kemunculan kabut tajam serta fenomena 'rambut hitam' di udara.

BACA JUGA:Pantau Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Itera Kerahkan Tim Ukur Kualitas Udara Indoor-Outdoor

​Meski demikian, Adi memastikan bahwa kondisi air laut tidak mengalami surut khusus akibat letusan tersebut. 

“Warna air tetap normal seperti biasa, berwarna hijau, tanpa ada pengaruh dari abu vulkanik,” ujarnya.

​Terkait hasil tangkapan, Adi menyebutkan bahwa pasokan ikan tidak terpengaruh langsung oleh abu vulkanik. 

Kendala utama bagi nelayan justru berasal dari faktor cuaca dan angin kencang yang dapat mengurangi hasil tangkapan. 

BACA JUGA:Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bunda Eva Turun ke Jalan Bagikan Masker Gratis

Dalam kondisi normal, nelayan biasanya berangkat melaut pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB dan kembali keesokan paginya, namun sebagian memilih berdiam diri demi keamanan saat letusan terjadi.

​Sementara itu, situasi yang relatif berbeda dirasakan di Pulau Pasaran. 

Dasuki, seorang pengelola ikan sekaligus warga Kota Karang, Teluk Betung Timur, menyampaikan bahwa dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau di wilayahnya tergolong kecil dan tidak signifikan. 

BACA JUGA:IDI Lampung Rilis Panduan Pencegahan Dampak Abu Vulkanik dari Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait