Angka Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 5.766, Total Kasus Aktif Mencapai 58 Ribu Orang

Rabu 30-11-2022,02:12 WIB
Reporter : Ajeng Monika Selis
Editor : Ari Suryanto

RADARLAMPUNG.CO.ID – Total kasus positif Covid-19 di Indonesia sejak awal pandemi hingga kini telah mencapai angka .659.235 kasus. Kemudian konfirmasi positif Covid-19 kian bertambah mecapai 5.766 kasus.

Kasus aktif Covid-19 bertambah menjadi 58.119 orang atau naik sebanyak 236 kasus dari data sehari sebelumnya. Sedangkan kasus suspek Covid sebanyak 6.579 orang dan spesimen yang diperiksa sebanyak 82.446 sampel.

Kemudian sebanyak 5.476 pasien yang terpapar Covid-19 dinyatakan sembuh sehingga total menjadi 6.441.327 orang.

Dan kasus kematian akibat Covid-19 bertambah sebanyak 54 orang, sehingga data orang meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 159.789 orang.

BACA JUGA:Menarik Nih, Satu Akun WhatsApp Bakal Bisa Diakses di 4 Hp Sekaligus, Simak Cara Berikut

Demikian dikutip Radarlampung.co.id dari laman informasi data Satgas Covid-19 pada Rabu, 30 November 2022.

Sebanyak 203.715.848 orang di Indonesia diklaim telah terdata dalam daftar penerima vaksinasi dosis pertama, sedangkan untuk dosis kedua sebanyak 174.119.714 orang, dan dosis vaksinasi ketiga atau booster sebanyak 66.624.569 orang.

Sebagai upaya preventif untuk menekan keparahan penyakit dan pasien meninggal akibat penyebaran virus covid-19 di Indonesia.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendorong masyarakat umum agar segera mendapatkan suntikan vaksin virus Corona (Covid-19) dosis keempat atau booster kedua.

BACA JUGA:Penganut Bumi Datar Desak Trofi Piala Dunia Diubah Jadi 'Lebih Akurat', Netizen: Teori Anak Nongkrong

Sementara itu, seorang ahli biologi evolusi sekaligus ahli virologi di University of Sydney serta penulis laporan, Eddie Holmes menyebut bahwa dirinya menemukan virus yang mirip dengan Covid-19.

Dalam penelitiannya, Eddie menemukan sejumlah virus dalam kelelawar di China Selatan. Salah satunya adalah virus yang disebut mirip dengan virus Covid-19 atau SARS CoV-2.

Penelitian itu menggunakan sebanyak 149 kelelawar di Provinsi Yunnan sebagai sampel, dan ditemukan sebanyak lima virus termasuk yang sama seperti SARS-CoV-2 dan Sars.

Dalam penelitiannya, virus yang mirip dengan SARS-CoV-19 diduga masih beredar di kelelawar China dan bisa menimbulkan risiko kemunculan virus baru. Bahkan diduga bisa berpotensi menular ke manusia dan hewan ternak.

BACA JUGA:Arab Saudi Digadang Punya Kapal Pesiar Terbesar di Dunia

Kategori :