Di Seminar Nasional HKI Lampung, Petrus Tjandra Bicara Kemandirian Bangsa

Rabu 17-01-2024,18:48 WIB
Reporter : Widisandika Budiman
Editor : Widisandika Budiman

RADARLAMPUNG.CO.ID-Himpunan Kimia Indonesia atau HKI Cabang Lampung menggelar seminar untuk membahas pengembangan industri unggulan nasional yang ramah lingkungan. 

Seminar nasional itu dilangsungkan di kampus FKIP Universitas Lampung atau Unila, Rabu 17 Januari 2024.

Dalam kesempatan itu, dua pembicara hadir. Yakni Wakil Rektor I Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono MT dan pengusaha nasional asal Lampung Petrus Tjandra, M.B.A.

BACA JUGA:Sempat Kena Roasting Komika Lampung Aulia Rakhman, Petrus Tjandra Singgung Hal Ini

Petrus Tjandra menjelaskan sejumlah terobosan dan langkah konkret untuk memulai hilirisasi di sektor sandang, pangan, papan, dan energi.

Petrus menekankan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi dan lahan yang baik untuk mendukung program pemerintah di bidang pertanian, terutama sawit. 

Namun, Presiden Direktur PT Argo Investama ini menitik beratkan perlunya kerja keras bersama Universitas Lampung untuk melakukan riset dan penelitian yang mendalam.

BACA JUGA:Petrus Candra: Guru Itu Pekerjaan Mulia, Karena Mendidik Anak Bangsa dan Memajukan Negara

“Kita ingin utk kemajuan kemandirian bangsa sehingga peneliti di Lampung bisa beri sumbangsih utk bangsa kita,” kata Petrus. 

Ia juga menggagas beberapa ide untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Lampung.

"Saya selalu katakan, Lampung bisa. Melalui pemikiran, saya telah menggagas buku, menuju 100 juta ton minyak sawit tanpa deforestasi dan tambahan emisi menuju Indonesia Emas 2045," tambahnya.

BACA JUGA:Peringati Hari Kesaktian Pancasila di Lampung, Petrus Tjandra: Berdemokrasi Jangan Lupakan Sopan Santun

Calon Anggota DPD RI Dapil Lampung ini juga menjelaskan bahwa sawit memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional. 

Dengan data menunjukkan bahwa stok minyak mentah di Indonesia hanya cukup untuk 21 hari, sementara kilang minyak fosil hanya berada di tujuh lokasi, sedangkan perkebunan sawit tersebar di 26 provinsi di Indonesia.

"Dengan demikian, PSR di 26 provinsi dapat memproduksi PPO/IVO untuk selanjutnya diproses menjadi bensin sawit, dan dengan demikian BBM tersedia hampir di seluruh provinsi. Artinya ketahanan energi nasional bisa lebih terjamin," jelas Petrus.

Kategori :