"Pelayanan publik, khususnya rumah sakit, tidak boleh ditinggalkan. Jadwal pelayanan juga tetap bisa diakses melalui laman media resmi yang kami miliki,” tambah dr. Imam.
BACA JUGA:Mahasiswa Teknik Komputer UTI Kenalkan IoT Lewat Program Fun Learning di SMKN 1 Tegineneng
Terkait pengamanan Nataru, RSUDAM tidak menempatkan tenaga kesehatan di pos-pos pengamanan seperti puskesmas. Namun, rumah sakit siap menerima rujukan dan laporan kejadian. Tim Public Safety Center (PSC) 119 RSUD Abdul Moeloek juga disiagakan 24 jam untuk melakukan penjemputan apabila terjadi kondisi darurat.
“Kami juga sudah menyiapkan SOP di IGD untuk menghadapi kejadian luar biasa, seperti kecelakaan lalu lintas massal atau kondisi darurat lainnya,” pungkasnya.
Dengan pengaturan tersebut, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menegaskan perannya sebagai rumah sakit rujukan milik Pemerintah Provinsi Lampung yang senantiasa hadir memberikan pelayanan kesehatan yang aman, berkelanjutan, dan responsif, termasuk pada momentum hari besar keagamaan.(*)