Ia mengajak seluruh pihak tetap tenang dan tidak berkecil hati menghadapi proses tersebut.
Asroni menilai pendirian SMA Siger merupakan niat tulus yang patut diapresiasi.
Upaya tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Khususnya bagi anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Ia menegaskan prioritas utama saat ini ialah menjaga hak pendidikan anak-anak.
Menurutnya, siswa tidak boleh dirugikan oleh persoalan administratif.
“Yang terpenting, kita jaga bersama agar anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikannya,” ujarnya.
Asroni memastikan DPRD akan terus mengawal proses tersebut secara komunikatif.
Koordinasi antara yayasan dan instansi terkait akan terus didorong.
“Komisi IV akan mengawal agar ada solusi terbaik, tertib aturan, dan berpihak pada kepentingan pendidikan,” kata Asroni.
Sementara itu, Ketua Yayasan Siger Prakarsa Bunda, Dr. Khaidarmansyah, SH, MPd, enggan memberikan komentar lebih lanjut.
Ia menyarankan konfirmasi dilakukan kepada Eka Afriana selaku Pembina Yayasan.
BACA JUGA:Dampak Keracunan MBG, Disdikbud Bandar Lampung Harap Peran SPPI Maksimalkan Pembinaan Dapur SPPG
“Minta tanggapan dari Bu Eka saja ya, selaku Pembina Yayasan,” jelasnya melalui pesan singkat, Rabu, 4 Februari 2026.