Korban Layangan Putus Versi ASN, Briptu Suci Dharma Alami Kejadian Ini

Korban Layangan Putus Versi ASN, Briptu Suci Dharma Alami Kejadian Ini

BRIPTU SUCI DHARMA --

BACA JUGA: Booster Akan Jadi Syarat Penggunaan Fasum, Ini Tanggapan Pemkot Bandar Lampung

Beberapa faktor yang memengaruhi adalah cacat lahir, dengan atau tanpa kelainan abnormal. 

Kemudian masalah tali pusar. Di mana, tali pusar menghambat pasokan oksigen sebelum bayi bernafas sendiri. 

Masalah plasenta juga menjadi faktor keguguran tujuh bulan dan ibu memiliki riwayat diabetes atau tekanan darah tinggi. 

Harus dipahami, setengah dari kasus bayi meninggal dalam kandungan ada kaitannya dengan komplikasi plasenta. 

BACA JUGA: Gara-gara Motor, Pemuda Ini ‘Disusul’ Tekab 308 Polres Pringsewu

Artinya, untuk sebuah alasan, plasenta tidak berfungsi dengan benar. Sementara, ini yang menghubungkan suplai darah bayi ke ibu dan menyalurkan makanan.

Keguguran setelah usia kehamilan 20 minggu terlihat dari gelaja pendarahan pada trimester kedua kehamilan. 

Kemudian bayi dalam kandungan kurang bergerak atau mengalami perubahan tingkat aktivitas normal. 

Gejala lain, nyeri perut di bagian bawah dan sering kontraksi serta buang air terasa sakit. (*) 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: