Banyak Kerbau Mati Mendadak, Pemkab Tulang Bawang Lapor Balai Veteriner

Banyak Kerbau Mati Mendadak, Pemkab Tulang Bawang Lapor Balai Veteriner

Foto ilustrasi kerbau mati mendadak. (Pixabay)--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Sedikitnya lima ekor kerbau peternak asal Kecamatan Gedung Aji, Tulang Bawang, mati mendadak.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kematian mendadak kerbau-kerbau ini belum diketahui.

Pemkab Tulang Bawang melalui Dinas Pertanian, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan telah melaporkan peristiwa kerbau mati mendadak ini ke Dinas Peternakan Provinsi Lampung dan Balai Veteriner Lampung.

Setelah melaporkan peristiwa kerbau mati mendadak ini, dijadwalkan pada Kamis 4 Agustus 2022 tim kesehatan hewan setempat bersama petugas Dinas Peternakan Provinsi Lampung dan Balai Veteriner Lampung akan mengambil sampel untuk di teliti. 

BACA JUGA:Bangkitkan Perekonomian, Winarti Fasilitasi Perizinan Pelaku UMKM

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tulang Bawang Nasib Subagio mengatakan, pihaknya mengetahui peristiwa kerbau mati mendadak tersebut dari laporan peternak yang datang ke Kantor Dinas Pertanian. 

"Kita belum bisa menyimpulkan apakah mati karena PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) atau bukan. Besok baru kita turunkan tim dari Provinsi untuk ambil sampel," kata Nasib, Rabu 3 Agustus 2022.

Dinas Pertanian memastikan penyebab kematian mendadak kerbau-kerbau tersebut bukan karena penyakit Jembrana. Sebab penyakit ini hanya menyerang sapi bali. 

Untuk mengetahui penyebab kematian mendadak kerbau-kerbau di Kecamatan Gedung Aji, Pemkab Tulang Bawang harus menunggu hasil uji laboratorium dahulu. 

BACA JUGA:AHPND Picu Jeritan Petambak Dipasena yang Rugi Miliaran Rupiah

Nasib menjelaskan, peristiwa serupa juga pernah terjadi pada awal tahun 2021 lalu. Banyak kerbau mati mendadak. Setelah diteliti ternyata diakibatkan oleh bakteri.

Pada bagian lain, sedikitnya 443 hewan ternak di Kabupaten Tulang Bawang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Rata-rata hewan ternak yang terjangkit PMK adalah sapi.

Untuk mencegah agar tidak semakin merebak, Pemkab Tulang Bawang rencananya akan segera melaksanakan vaksinasi kedua. 

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tulang Bawang, sampai akhir Juli 2022 sebanyak 419 ternak telah sembuh. 16 ekor terpaksa dipotong akibat PMK. 7 ekor sapi mati dan 1 ekor lainnya masih dalam proses penyembuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: