HUT 77 RI

10 Telepon Seluler terkait Tewasnya Brigadir J Telah Diperiksa, Isi Chat dan Foto Diungkap Komnas HAM

10 Telepon Seluler terkait Tewasnya Brigadir J Telah Diperiksa, Isi Chat dan Foto Diungkap Komnas HAM

JAKARTA, RADARLAMPUNG.CO.ID - Tim siber Polri telah memeriksa 10 telepon seluler (handphone) terkait tewasnya Nofriansyah alias Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu. 

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mengaku telah mendapat penjelasan secara detail dari Polri mengenai 10 telepon seluler (handphone) yang telah diperiksa tersebut. 

Keterangan yang didapatkan Komnas HAM juga berkaitan erat dengan konstrain waktu yang sejak awal didapatkan oleh lembaga HAM tersebut saat menemui keluarga Brigadir J di Jambi.

"Tim siber sudah mengumpulkan 15 handphone dan 10 di antaranya sudah diperiksa. Sementara lima lagi sedang dianalisa," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Jakarta, Jumat.

BACA JUGA:Instagram Rilis Fitur Terbaru, Berikut Ini Ulasan Tentang Fungsi

 Ia mengatakan berdasarkan permintaan keterangan dari tim siber, Komnas HAM mendapatkan foto, dokumen, kontak, akun, termasuk sejak kapan percakapan dilakukan. "Termasuk temuan digital lainnya," kata Beka.

Selain itu, kepada Komnas HAM, tim siber juga memperlihatkan sejumlah dokumen administrasi penyelidikan. 

Terakhir, lembaga itu mendapatkan sejumlah raw material (bahan dasar) soal percakapan. Hasil paparan berupa percakapan, foto, dokumen, kontak dan lain sebagainya akan dianalisa lebih lanjut oleh Komnas HAM.

BACA JUGA:Mulai dari Malam Ini, Roy Suryo Akan Ditahan Selama 20 Hari Kedepan

Pada kesempatan itu, Beka juga mengatakan pada awalnya Komnas HAM mengagendakan pemeriksaan atau permintaan keterangan terkait uji balistik.

Namun, hal tersebut ditunda karena tim khusus yang dibentuk oleh Kapolri menyampaikan adanya perkembangan terbaru. Permintaan keterangan terkait komunikasi yang didapatkan melalui handphone tersebut berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 15.00 WIB.

"Jadi, hari ini kami meminta keterangan dari tim siber dan Timsus terkait komunikasi yang didapatkan dari handphone, bukan balistik," ujarnya. (*)

Sumber: