Waduh, Pengelolaan BUMDes Lampura Dinilai Tak Jelas, Modal Rp 120 juta Sisa Rp 700 ribu

Waduh, Pengelolaan BUMDes Lampura Dinilai Tak Jelas, Modal Rp 120 juta Sisa Rp 700 ribu

Kantor Desa Kalibalangan Kecamatan Abung Barat.--

RADARLAMPUNG.CO.ID -  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), hanya menyisakan Rp700 ribu dari total keseluruhan dana yang dimasukkan awal sebesar Rp120 juta. 

Hingga menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat, pasalnya uang bernilai ratusan juta berasal dari anggaran pemerintah desa (pemdes) itu entah kemana rimbanya. 

Padahal itu, telah berjalan sejak 2017, dengan berbagai unit usaha. Seperti jual - beli isi tabung gas elpiji 3kg (melon), sembako hingga simpan pinjam berada di desa tersebut.

Teranyar ialah kolam, yang telah dijalankan beberapa bulan (satu tahun) belakangan dan pengelolaannya masih dilakukan oleh mantan kepala desa. Meski itu telah diserah terimakan, berdasarkan pengakuan sang manta kepala desa, Ahmad Husein.

BACA JUGA:Sempat Viral BB Siluman, Dua Bandar Sabu Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi

"Ya sudah diserah terimakan itu, tapi tadi khusus untuk kolam masih saya yang mengelola. Ini sudah beberapa kali, dalam satu kali memakan waktu 6 - 7 bulan," ujar manta Kepala Desa, Abdul Husin, sekigus pengelola satu item BUMDes disana, Senin, 20 Maret 2023.

Dalam perjalanan, menurutnya, beberapa usaha dijalankan sampai dengan saat ini. Seperti jual - beli sembako, penjualan isi tabung gas hingga simpan pinjem. Namun, belakangan tidak berjalan seperti sembako dan tabung gas sebanyak 30 tabung gas, saat ini dijual ke masyarakat.

"Maka sisanya itu ada 9 tabung lagi, itulah yang tersisa saat ini. Dan terakhir itu, uang dari sembako dan simpan pinjam kita alihkan keusaha pembesaran ikan, yakni nila, patin dan sepat siam," terangnya.

Hal demikian ternyata berbanding terbalik dengan pernyataan pemdes dan kenyataan dilapangan. Sebab ada sebagian barang atau unit sudah dipindah dan lainnya masih dikelola pelaksana sebelumnya. Seperti satu unit kipas angin blower, 4 tabung gas elpiji dari 9 yang tersisa serta buku tabungan.

BACA JUGA:Lampura Dikepung Banjir, Lahan Pertanian, Ternak, Kolam Ikan, Jembatan, Jalan, Hingga Ratusan Rumah Terendam

"Untuk sementara itu yang ada pada kami atau diamankan, termasuk uang Rp700 ribu diterima. Untuk kolam masih dikelola yang lama (mantan kades),"ujar pengelola BUMDes disana, Agus.

Disisi lain, Kepala Desa Kalibalangan, Reza Suhendra mengaku belum ada serah - terima pengelolaan BUMDes. Sampai dengan saat ini, pihaknya masih menunggu laporan SPJ dari pengelola sebelumnya, dan hingga itu masih berpolemik dan ditangani oleh pihak Inspektorat.

Untuk sementara, pengelolaannya dihentikan sementara karena persoalan tersebut. Dan itu diyakininya masih berjalan di pemeriksaan inspektorat.

"Untuk pelaksanaannya sekitar 2017, dengan unit usaha berbagai macam bidang. Seperti usaha rongsok, penyewaan blower (kipas angin) dan teranyar ialah kolam ikan (pembesaran)," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: