KPPU Umumkan Hasil Pantauan Berbagai Komoditas Jelang Nataru, Bagaimana Dengan Lampung?

KPPU Umumkan Hasil Pantauan Berbagai Komoditas Jelang Nataru, Bagaimana Dengan Lampung?

Ilustrasi pengawasn bahan pokok saat nataru.---Sumber foto : Istockphoto.com.---

BACA JUGA:Jelang Tutup Tahun, Segini jumlah Pemohon Kartu Kuning di Mesuji Lampung

Beras medium mengalami kenaikan di atas HET hingga 19,27 persen di Jawa Tengah, dan hingga 26,61 persen di Yogyakarta. Gula pasir hingga 13,69 persen di atas HET untuk Jawa Tengah dan 15 persen di Yogyakarta. Cabai merah keriting di Yogyakarta mengalami kenaikan hingga 44,45 persen dibandingkan HET.

Berbagai komoditas lain seperti minyak goreng. Daging sapi, ayam, bawang merah dan bawah putih tercatat stabil dan cenderung turun.

Untuk wilayah Jawa Timur, NTT, dan NTB, secara agregat komoditas pangan di wilayah tersebut menunjukkan tren kenaikan khususnya pada komoditas beras premium sebesar 1,22 persen, gula pasir sebesar 2,39 persen, cabai keriting 6,43 persen, cabai biasa 5,96 persen, cabai rawit 3,41 persen, bawang merah sebesar 7,03 persen, bawang putih sebesar 3,27 persen.

Sejalan dengan prioritas lembaga, menurut Prof.M.Afif Hasbullah, KPPU akan terus melanjutkan pengawasannya atas harga berbagai komoditas pangan tersebut, khususnya yang miliki karakter pasar oligopolistik seperti daging sapi, daging ayam, minyak goreng, bawang putih, dan lainnya.

BACA JUGA:Sambut Nataru 2023, Skaye Cafe dan Randu Resto Lampung Hadirkan Konsep Berbeda

Pengawasan ini guna menentukan perlu tidaknya dilakukan penanganan melalui upaya penegakan hukum atas fenomena yang ada. 

KPPU mendesak agar pemerintah melakukan langkah-langkah stabilisasi harga karena itu menjadi syarat penting untuk menciptakan stabilitas politik di saat suhu politik memanas menjelang Pemilu 2024.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: