Terima 47 Mahasiswa IPB, Wabup Pringsewu: AI Canggih, Tapi Empati Tak Bisa Diprogram
Wabup Pringsewu Umi Laila menerima mahasiswa KKN tematik IPB ke enam pekon di kabupaten setempat. -Foto Agus S/Radar Lampung-
RADAR LAMPUNG.CO.ID- Sebanyak 47 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) resmi memulai pengabdiannya di Kabupaten Pringsewu.
Mereka akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di enam pekon yang tersebar di wilayah Kecamatan Adiluwih.
Enam lokasi tersebut meliputi Pekon Adiluwih, Waringinsari Timur, Purwodadi, Enggal Rejo, Srikaton, dan Tunggul Pawenang. Kehadiran para intelektual muda ini diharapkan membawa energi baru, inovasi, serta optimisme bagi masyarakat setempat.
Wakil Bupati Pringsewu, Umi Laila, saat menerima secara resmi para mahasiswa menekankan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan dan empati di tengah gempuran era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
BACA JUGA:Mahasiswa Teknokrat Raih Juara Nasional Videografi di IPB University
"Artificial Intelligence berkembang sangat cepat dan internet telah mengubah cara manusia bekerja, di mana data menjadi aset yang sangat berharga. Namun sebesar apapun kemajuan teknologi, ada satu hal yang tidak akan pernah tergantikan, yaitu nilai kemanusiaan," ujar Umi Laila.
Di hadapan para mahasiswa dan civitas akademika IPB, Umi mengingatkan bahwa teknologi memang diciptakan untuk mempercepat pekerjaan manusia. Namun, ada batasan mutlak yang tidak bisa ditembus oleh mesin, yakni rasa kepedulian terhadap sesama.
"Teknologi dapat mempercepat pekerjaan, namun empati tidak dapat diprogram. Begitu juga kecerdasan buatan mampu mengolah jutaan data, tetapi ia tidak dapat merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat," tegasnya.
BACA JUGA:Komdigi RI Nobatkan Unila Terbaik III Anugerah Media Humas 2025: Ungguli UGM dan IPB
Karena itu, ia meminta para mahasiswa IPB tidak sekadar datang membawa proposal program kerja atau berfokus pada perangkat laptop mereka. Lebih dari itu, mahasiswa dituntut memiliki kepekaan sosial untuk mau mendengar, memahami, dan membaur dengan kehidupan warga pekon.
Kunjungan KKNT IPB kali ini mengusung tema "Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agromaritim untuk Mencapai Socio Resilience". Menurut Umi Laila, tema ini sangat klop dengan karakteristik Kabupaten Pringsewu yang dianugerahi tanah subur dan komoditas yang variatif.
Pringsewu dikenal memiliki sektor pertanian yang kuat, peternakan yang produktif, perikanan air tawar yang terus berkembang, serta geliat pelaku UMKM yang terus tumbuh. Namun, Umi menggarisbawahi bahwa potensi alam yang melimpah tidak akan maksimal tanpa adanya sentuhan inovasi.
BACA JUGA:Mahasiswa Teknokrat Raih Juara KTI dan Best Expo di Ajang PIMPI 2025 IPB University
"Potensi saja tidak cukup. Harus bertemu dengan inovasi yang juga bertemu dengan teknologi. Dan yang paling penting, teknologi itu harus berpihak kepada masyarakat," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


