UMKM Hidroponik di Pringsewu Mulai Terapkan IoT, Pemasaran Digital, dan Akuntansi Digital

UMKM Hidroponik di Pringsewu Mulai Terapkan IoT, Pemasaran Digital, dan Akuntansi Digital

Foto Ist.--

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pengelolaan UMKM Hidroponik GEH Lampung di Kabupaten Pringsewu mulai memanfaatkan teknologi digital. Penerapannya mencakup penggunaan Internet of Things (IoT) dalam proses produksi, pemasaran melalui platform digital, hingga pencatatan keuangan menggunakan aplikasi.

Langkah tersebut dilakukan melalui Program TIGA DIGIT yang menggabungkan tiga aspek digitalisasi untuk membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi pengelolaan sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Ketua tim pelaksana Program TIGA DIGIT, Fauzan Fuadi, S.Ak., M.Sc., mengatakan teknologi yang diterapkan dirancang agar dapat digunakan secara praktis dan memberikan manfaat bagi pengembangan usaha.

“Melalui program ini kami menghadirkan teknologi yang mudah diterapkan, tepat guna, dan berkelanjutan sehingga dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat daya saing usahanya,” kata Fauzan.

Dalam pelaksanaannya, Fauzan didampingi Nur Aminudin, S.Kom., M.T.I., dan Dr. Sc. Ir. Agus Wantoro, S.Kom., M.Kom., IPM., ASEAN Eng. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Farel Andika, Husein Fadhilah, dan Rizki Fadilah.

Program TIGA DIGIT merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang memperoleh pendanaan Program Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).

Program tersebut diarahkan untuk membantu mitra mengoptimalkan kegiatan produksi, pemasaran, serta pengelolaan keuangan melalui pemanfaatan teknologi.

Pada proses produksi, tim menerapkan sistem IoT untuk memantau dan mengendalikan tingkat pH serta kebutuhan nutrisi tanaman hidroponik. Sistem itu terhubung dengan aplikasi berbasis web dan telepon pintar sehingga kondisi tanaman dapat dipantau secara waktu nyata.

Anggota tim, Nur Aminudin, mengatakan sistem tersebut dibuat untuk membantu mitra mengatur kebutuhan nutrisi tanaman secara lebih terukur.

“Sistem kontrol pH dan nutrisi berbasis IoT ini diharapkan dapat membantu mitra meningkatkan kualitas hasil produksi, mengurangi risiko kesalahan pengelolaan, serta mendukung penerapan pertanian modern yang lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Pemanfaatan teknologi juga dilakukan pada sektor pemasaran. Tim mengembangkan situs web UMKM Hidroponik GEH Lampung yang berisi profil usaha, katalog produk, artikel edukasi, testimoni pelanggan, serta fitur pemesanan yang terhubung dengan WhatsApp.

Agus Wantoro mengatakan penggunaan kanal digital dapat membuka peluang bagi UMKM untuk menjangkau calon konsumen di luar jaringan pelanggan yang selama ini dimiliki.

“Digital marketing melalui website tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga meningkatkan branding, profesionalitas usaha, dan kepercayaan konsumen. Integrasi teknologi digital pada sektor pertanian menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara dalam pengelolaan keuangan, tim memberikan pelatihan penggunaan SIAPIK atau Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan. Aplikasi tersebut digunakan untuk membantu mitra mencatat transaksi secara digital dan menyusun laporan keuangan sederhana.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait