KPPU Minta Daerah Awasi Kenaikan Sejumlah Komoditas Pangan Saat Ramadan 1444 H

KPPU Minta Daerah Awasi Kenaikan Sejumlah Komoditas Pangan Saat Ramadan 1444 H

Harga Beras dan Telur Di Pasar Tradisonal Bandar Lampung Terus Melambung Naik!--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI meminta pemerintah daerah mewaspadai kenaikan harga komoditas pangan baik di tingkat produsen maupun konsumen.

Menurut Direktur Ekonomi KPPU, Mulyawan Renamanggala kenaikan perlu diwaspadai dan diantisipasi pada komoditas beras premium, beras medium, cabe rawit merah serta jagung pilpilan kecil dikarenakan komoditas tersebut merupakan salah satu bahan baku utama untuk memproduksi produk penting lainnya.

"Yang perlu diantisipasi itu untuk menghindari terjadinya kelangkaan yang berdampak pada kenaikan harga. Karena ini berdasarkan temuan Kepala Kantor Perwakilan KPPU di seluruh wilayah Indonesia," katanya.

Dia mengatakan KPPU bertugas memastikan persaingan usaha berjalan dengan baik agar inflasi dapat dikendalikan.

BACA JUGA:Berdampak Positif untuk Pengusaha dan UMKM, Transaksi Tanggamus Expo 2023 Capai Rp 1,2 Miliar

Momentum hari besar keagamaan seringkali memberikan tekanan pada harga berbagai komoditas bahan pokok.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, KPPU baik di tingkat pusat maupun wilayah aktif melakukan pengawasan di lapangan atas berbagai komoditas penting.

"Saat ini KPPU telah menemukan berbagai kenaikan harga di berbagai komoditas. Dari koordinasi yang dilaksanakan dengan pemerintah, berbagai kelangkaan barang tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti faktor cuaca dan hama, kenaikan permintaan menjelang hari besar keagamaan, pengurangan subsidi biaya produksi, atau adanya peremajaan tanaman pangan," katanya.

Untuk itu, KPPU memfokuskan observasinya pada tiga komoditas, yakni beras, minyak goreng rakyat, dan daging sapi/kerbau.

BACA JUGA:Penyebab Bencana Banjir di Pesawaran, Banyaknya Hutan yang Sudah Gundul

Pada komoditas beras, diketahui harga beras nasional terus mengalami kenaikan sejak September 2022, yang diduga dipicu oleh kenaikan biaya produksi beras.

Namun dari sisi pasokan, masih terdapat surplus produksi beras sebanyak 2,6 juta ton (Maret) dan 800 ton (April).

Pada minyak goreng, volume Minyakita meningkat dibandingkan bulan Januari 2023, namun secara proporsi masih lebih rendah dibandingkan minyak curah.

Pendistribusian DMO Minyak Goreng Rakyat dalam bentuk Minyakita bulan Februari 2023 sebesar 88.811 ton atau 24,66% dari total DMO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: