Mengenal Petrichor si Aroma Hujan yang Sudah Lama Tak Tercium di Lampung

Mengenal Petrichor si Aroma Hujan yang Sudah Lama Tak Tercium di Lampung

Petrichor atau lebih dikenal sebagai aroma khas saat hujan. ILUSTRASI/FREEPIK--

BACA JUGA: Rekomendasi Hotel Syariah Murah di Bandar Lampung, Bisa Dapat Tarif Mulai Rp 36 Ribuan per Malam

Geosmin merupakan senyawa yang diproduksi oleh bakteri yang ada di dalam tanah.

Bakteri yang memproduksi senyawa ini yaitu Streptomyces ketika bakteri inimati.

Kemudian saat sel-selnya terurai oleh air hujan, maka Geosmin akan diproduksi.

Geosmin itu sendiri memiliki bau yang khas dan mudah dikenali sebagai aroma tanah basah.

BACA JUGA: Mau Penglihatan Kamu Tetap Sehat? Ikuti 6 Cara Ampuh untuk Menjaga Kesehatan Mata

Atau dikenal juga sebagai aroma atau bau hujan yang segar.

Sebagian besar wilayah Lampung memang belum memasuki awal musim hujan.

Berdasarkan hasil pengamatan distribusi curah hujan selama bulan September 2023 lalu.

BMKG Lampung melihat bahwa hampir tidak turun hujan di sebagian besar wilayah Lampung.

BACA JUGA: Pilih Smartwatch Samsung Galaxy atau Apple? Catat Perbandingannya

Kecuali wilayah Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, dan juga Lampung Utara.

Curah hujan yang turun di beberapa wilayah yang terlihat pun intensitasnya tidak begitu besar.

Stasiun Meteorologi Kelas l Radin Inten ll memprediksi bahwa wilayah yang berada di ujung Andalas Pulau Sumatera ini.

Wilayah Lampung akan memasuki awal musim hujan secara tidak serempak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: