Dewan Pers Ingatkan 47 Ribu Media di Indonesia Berhati-hati Peliputan Dugaan Paham Radikalisme dan Terorisme

Dewan Pers Ingatkan 47 Ribu Media di Indonesia Berhati-hati Peliputan Dugaan Paham Radikalisme dan Terorisme

Faizal Yan Aulia, Kasi Pengawasan Barang BNPT dalam workshop pencegahan radikalisme dan terorisme di Novotel pada Kamis,21 Desember 2023. Foto Anggi Rhaisa/Radar Lampung--

BACA JUGA:Pesawaran Terima Anugerah Revolusi Mental 2023

Karena, dari data BNPT, potensi generasi Z terpapar radikalisme yakni 12,7 persen dan millenial 12,4 persen.

"Mereka direntang usia 20 - 30 tahun, generasi yang dianggap labil yang mudah jadi target radikal dan terorisme," kata Faizal Yan Aulia dalam workshop pencegahan radikalisme dan terorisme di Novotel pada Kamis,21 Desember 2023.

Berdasarkan motif terorisme berdasarkan riset 2018 bahwa Motif seseorang melakukan aksi terorisme, antara lain, ideologi agama yang keliru, solidaritas komunal yang negatif,mentalitas masa, balas dendam, situasional dan saparatisme.

BACA JUGA:Bantu Normalisasi Saluran Pasok Budidaya Udang Petambak Dipasena, Kapal Sedot Lumpur P3UW Lampung Diterjunkan

Lebih rinci, generasi Z saat ini akrab dengan media sosial. Hal itu membuat para teroris mengubah pola rekrutmen sesuai kebiasaan generasi Z.

Faizal menyebut mereka yang belajar paham Radikalisme dan terorisme secara sendiri dapat disebut "Lone wolf" atau serigala sendirian. Dimana mereka belajar pahami, menyimpulkan dan bergerak dalam tindakan teror sendiri.

"Karena generasi saat ini adalah era digitalisasi sehingga cara komunikasi pencegahan Penanggulangan Terorisme dari anak muda dengan cara audio visual seperti karikatur dan film dokumenter," ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: