Perkuat Peran Satgas Anti Bullying, SMAN 9 Bandar Lampung Pastikan Tidak Ada Pembulian di Sekolah
Kepala Satuan Pendidikan (sekolah) SMAN 9 Bandar Lampung, Hj.Hayati Nufus, M.Pd saat memberikan keterangan bahwa tidak ada Pembulian di satuan pendidikan (sekolah) ia pimpin. Foto Anggi Rhaisa/Radar Lampung--
RADARLAMPUNG.CO.ID - SMAN 9 Bandar Lampung memastikan tidak ada Pembulian (Bullying) di sekolah.
Kepala SMAN 9 Bandar Lampung, Hj.Hayati Nufus, M.Pd, menyampaikan hal tersebut.Ia menyampaikan, SMAN 9 Bandar Lampung memperkuat peran satgas anti bullying di sekolah.
Terkait beredar kabar ada bullying pada siswi kelas 12 SMAN 9 Bandar Lampung berinisial MR tersebut sampai membuat dua minggu anak tersebut tidak sekolah sehingga terlihat siswa tersebut mengunci kamar dan terlihat depresi.
Dan ada dugaan juga siswa tersebut tidak mendapatkan dapat pembagian makanan bergizi gratis (MBG).
Perempuan akrab disapa Nufus ini secara tegas mengatakan itu tidak benar.
"Sekolah tidak pernah melakukan tindakan pembullyan pada siswa,"jelas Nufus saat ditemui Radar Lampung di sekolahnya pada hari Senin, 15 September 2025.
BACA JUGA:Bakal Bentuk Kelas Inspirasi, SMAN 9 Bandar Lampung Kolaborasi dengan Alumni
Dari Informasi Guru BK, sambung Nufus, MR sebelum jam makan siang sering izin pulang alasan sakit tertentu.
Dijelaskan Nufus, pembagian MBG SMAN 9 Bandar Lampung pada Jumat, 22 Agustus 2025 berdasarkan data Guru BK (Guru Bimbingan Konseling) saat itu siswa tersebut sudah datang terlambat terus siangnya ke UKS untuk izin pulang kembali karena kurang enak badan katanya.
"Jadi pada saat pembagian MBG, memang siswa tersebut sudah izin pulang atau tidak hadir disekolah, jadi belum sempat mencicipi MBG di SMAN 9 Bandar Lampung bukan karena tidak dapat jatah MBG,"jelas Nufus.
BACA JUGA:Viral, Siswa SMAN 9 Bandar Lampung Pose Todong Pistol di DPRD, Sekolah Beri Klarifikasi
Nufus juga menegaskan, perihal pemberitaan pihak sekolah tidak berupaya menghubungi anaknya itu adalah sesuatu tidak benar.
Dari Kamis, 28 Agustus 2025, pihak sekolah melalui Guru BK bersama wali kelas sudah berupaya menghubungi orang tua MR apakah MR pergi sekolah. Orang tua menyampaikan berangkat sekolah sama teman teman tapi kenyataan ia tidak ke sekolah.
Pihak sekolah, juga mengundang orang tua hari Senin,1 September 2025 tetapi tanpa konfirmasi orang tua hadir disekolah pada 06.40 wib disambut oleh guru BK selama 2 jam dilakukan pembimbingan bersama wali kelas. Bahwa anaknya dibuli.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
