Remaja Tewas di Dekat SMAN 7 Bandar Lampung Bernama Rio Warga Kemiling Ternyata Putus Sekolah

Remaja Tewas di Dekat SMAN 7 Bandar Lampung Bernama Rio Warga Kemiling Ternyata Putus Sekolah

Lokasi penemuan remaja putus sekolah (15) di dekat SMAN 7 Bandar Lampung pada Senin sore, 19 Februari 2024. Foto warga setempat--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Teka Teki Remaja tewas di aliran sungai  dekat SMAN 7 Bandar Lampung terjawab sudah.

Remaja tersebut bernama Rio Saputra, warga Beringin Jaya, Kemiling Bandar Lampung. Ia merupakan  putus sekolah dan hilang sejak Jumat, 16 Februari 2024.

Kapolsek Kemiling Iptu Agus Heriyanto, membenarkan bahwa remaja tewas di dekat aliran sungai dekat SMAN 7 Bandar Lampung adalah Rio Saputra. 

"Korban bernama Rio Saputra (19), warga Beringin Jaya, Kemiling," ucap Iptu Agus pada Senin, 19 Februari 2024.

BACA JUGA:Pemkab Tulang Bawang Gelar Seleksi Terbuka, 26 Pejabat Rebutan 5 Kursi JPTP, Berikut Namanya

Lalu, Iptu Agus mengatakan korban Rio Saputra, bukan status pelajar melainkan putus sekolah. "Selama ini, Rio putus sekolah dan hanya menamatkan SD," jelas Iptu Agus.

Untuk motif tewasnya Rio Saputra, Iptu Agus mengatakan bahwa motif meninggal dunia Rio Saputra sementara karena murni tenggelam.

Kendati demikian, Iptu Agus mengatakan untuk selengkapnya bisa menanyakan Tim Inafis Satreskrim Polresta Bandar Lampung yang juga olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengidentifikasi korban.  

"Murni karena tenggelam, untuk jelasnya bisa langsung tanya Tim Inafis Satreskrim Polresta Bandar Lampung," pinta Iptu Agus.

BACA JUGA:Satu Dari 11 Kecamatan di Pesawaran Baru Selesai Rampungkan Pleno Perhitungan Hasil Pemilu

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra, menyampaikan, dari hasil visum luar, korban meninggal kurang lebih empat hari dengan kulit mulai mengelupas akibat proses pembusukan.

Keluarga membawa Jenazah Rio pulang. Rio dimakamkan Selasa Shubuh, 20 Februari 2024  di TPU Sumberrejo Sejahtera, Jalan Raden Imba Kesuma, Kemiling.

Dari keterangan Muryanto, Perwakilan Keluarga korban disampaikan kepada polisi, lanjut Dennis bahwa Rio tidak pulang kerumah sejak Jumat, 16 Februari 2024.  Lalu membuat laporan kasus kehilangan pada Senin, 19 Februari 2024.

"Dari keterangan Muryanto, adiknya yang hilang memiliki tulang agak menonjol jidat dan hidung pesek dan pada salah satu tangannya ada cacat bekas jatuh dari sepeda. Dan adiknya berambut ikal," ucap Kompol Dennis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: