Mengulik Akulturasi Budaya Bali dan Islam di Desa Pegayaman

Mengulik Akulturasi Budaya Bali dan Islam di Desa Pegayaman

Masyarakat desa Pegayaman di Bali, yang mayoritas beragama Islam. ILUSTRASI/FOTO TANGKAPAN LAYAR-SNACK VIDEO @KisahIndonesia--

RADARLAMPUNG.CO.ID – Saat mendengar sesuatu tentang Bali, kebanyakan orang pastinya akan langsung merujuk pada destinasi wisata dan tempat ibadah agama Hindu.

Masyarakat pada umumnya akan mengira bahwa mayoritas orang Bali menganut agama Hindu.

Padahal ada sebuah desa bernama Pegayaman yang di dalamnya berisikan peradaban masyarakat beragama Islam.

Akulturasi budaya masyarakat Bali dan agama Islam di Desa Pegayaman memang tak banyak dikenal.

BACA JUGA: Dibalik Pesona Teluk Kiluan Lampung, Ada Legenda Cagar Budaya

Tak sedikit yang tidak mengenal Desa Pegayaman yang di dalamnya dihuni oleh banyak penduduk beragama Islam.

Jika merujuk pada catatan sejarah yang dimuat ke dalam berbagai sumber, Desa Pegayaman ini rupanya kampung Islam tertua di Bali.

Adapun letak Desa Pegayaman berada di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Dalam catatan lain disebutkan juga bahwa sejarah berdirinya kampung Islam tertua di Bali tersebut.

BACA JUGA: Berlian Lewat! Ini Batu Permata Termahal di Dunia

Desa Pegayaman dalam sejarahnya tak bisa luput dari sejarah kota Singaraja.

Sebagai pengetahuan, kota Singaraja disebut pernah menjadi pusat pemerintahan dari Kerajaan Buleleng.

Pada 300 tahun yang lalu, Kerajaan Buleleng menetapkan kota Singaraja sebagai pusat pemerintahan mereka.

Pegayaman merupakan desa yang memiliki luas kurang lebih 1.400 hektare.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: